Di-jiret

Sedang teringat masa kecil, gara-gara liat adek Syafa ngebonceng ayah naik sepeda pas berkunjung ke Kota Tua. Itu adalah pengalaman pertama Syafa duduk di boncengan sepeda. Tadinya berdiri, tapi kok mengkhawatirkan, jadinya disuruh duduk, tetep aja tidak aman, akhirnya kami menempuh cara kuno dengan mengikat kaki ke sepeda.

Beberapa pasang mata memandang ke arahku sambil berkomentar ‘wah, kayak saya kecil dulu bu’.

‘Kok sama ya..emang ibu asalnya dari mana?’

‘Saya orang Betawi asli bu’

‘Oalah, ternyata sama aja, orang kampung dan orang Jakarta ya’ (mbatin)

Bagi anak-anak, kaki diikat ke sepeda itu dilakukan agar nggak masuk ke dalam ‘ruji’ meski itu akan menyebabkan sedikit tidak nyaman karena sakit akibat ikatan yang cukup kencang. Tapi pemandangan seperti itu sah-sah saja, nggak ada yang bilang aneh.

Kalo sekarang?

Sekarang sudah ada ransel khusus buat nggendong anak di belakang sambil naik sepeda, ada kursi khusus yang diletakkan di depan,  ada juga kursi khusus yang bisa diletakkan di belakang. Pemandangan ‘ngeboncengin anak kecil’ naik sepeda sudah menjadi hal yang langka.

Di antara bertiga, berarti hanya Syafa yang punya  pengalaman ‘dijiret’ kakinya.

Maaf ya dek, nggak nyaman ya…tapi kalo nggak gitu, tar adek jadi gabisa ngebonceng ayah.

***dijiret adalah bahasa Jawa Banyumas yang berarti diikat

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Syafa. Tandai permalink.

3 Balasan ke Di-jiret

  1. rully berkata:

    Fani malah seneng “dijiret” gitu mbak hehehe…
    Btw, ngeboncengin anak kecil naik sepeda udah langka karena orang naik sepeda ajah udah langka juga hehehe… ngegowes yuuk…

  2. nh18 berkata:

    Hahaha …
    Dijiret … ini kata-kata yang jawa banget …
    Pengalaman saya naik sepeda dengan Bapak waktu kecil ?

    Bapak sengaja beli bangku khusus dari rotan yang di letakkan di palangan depan sepeda kumbang / onthel …
    Kalo udah naik sepeda itu … aaahhh nikmat bener … angin menerpa wajah secara langsung

    Salam saya Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s