Berkaca, berkaca-kaca

Sedang berkaca dan berkaca-kaca, saat membaca ulang puisi tulisan Rahma berjudul ayahku <meski buatku, lebih pas kalo berjudul cita-citaku>

Terharu…..

Berkaca, saya harus banyak belajar darinya… saya harus berbagi apa yang saya rasakan ini kepada orangtua saya.

Berkaca-kaca, menahan airmata ini tidak menitik ketika membacanya lagi dan lagi.

Iya kak, semoga kita bisa berkumpul kembali di surga, kelak, atas ijin-Nya. Amin.

Terimakasih ya kak, tulisanmu selalu mengingatkan mama.

Terimakasih Allah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di ayah, Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

2 Balasan ke Berkaca, berkaca-kaca

  1. nh18 berkata:

    Rahma memang luarbiasa …
    Selain mempunyai kemampuan Imajinatif yang sangat baik …

    Dia juga punya kemampuan “observasi” yang tajam … (terbukti dari dia mengamati saat Rafif ikut ayahnya mengajar …).

    Salam saya Ibu

    • Devi berkata:

      Terimakasih om, hari ini saya dan suami terisak karena puisi ini dibacain on-air oleh penyiar Female Radio, sebagai permintaan maaf Rahma kepada ayah…hiks…hiks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s