Dari iklan sampai komunikasi dengan suami

Seneng banget deh liat iklan teh sariwangi dalam berbagai versi, adegan antara suami dan istri.

Sebuah iklan yang sangat bagus, mengandung pesan moral yang sangat baik, sekaligus mengingatkan kepada kita, bagaimana sebaiknya ‘ber-komunikasi’ dengan pasangan hidup. Dalam iklan itu lebih digambarkan bagaimana seorang istri berusaha mengajak suami mengkomunikasikan sesuatu hal. Satu fakta yang harus kita akui, minum memang berefek menenangkan, rileks, santai. Dengan demikian, pembicaraan juga lebih nyaman.

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. (wikipedia).

Komunikasi akan menjadi efektif jika dilakukan pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk setiap orang tentu saja berbeda-beda. Caranyapun berbeda-beda…

Satu hal yang menjadi kendala bagi kita, para istri… ketika suami sedang asyik/fokus dengan sesuatu hal, butuh perjuangan ekstra untuk mengajak suami ngobrol. Karena para laki-laki memang sangat susah untuk terbagi fokusnya. (st…jadi bagaimana berbagi  kaitannya dengan  poligami… 🙂 hehehe).

Selain harus mencari waktu yang pas, ada lagi tips untuk mengajak bicara suami/mengalihkan suami agar mau mendengarkan pembicaraan kita, yang pernah saya dapatkan dari sesi parenting class, (misal ayah lagi asyik nonton TV, sementara mama ingin membicarakan keinginan Rahma untuk punya akun fesbuk) :

  • Ambil isu kritis.

‘Ayah sudah liat di TV berita anak hilang pergi dengan kenalannya di fesbuk?’

Oh, iya, tadi ayah sudah denger, emangnya kenapa ma?

  • Rumusan inti pembicaraan tidak lebih dari 15 kata.

‘Menurut mama, sebaiknya Rahma tidak dibuatkan account fesbuk dulu, bagaimana menurut ayah?’ (12 kata)

Tentu saja, gaya berkomunikasi masing-masing psangan berbeda-beda, mungkin tiap istri punya tips dan trik sendiri-sendiri dalam mengajak  ngobrol suami.

Saya sendiri, masih banyak kendala menerapkan hal ini… masih harus terus belajar mencari cara yang tepat. Maafkan mama ya yah, kalo masih sering ‘nyebelin’…

Bagaimana dengan teman-teman, mau beramal berbagi tips dengan saya ??? Buat para suami, cara yang seperti apa yang tetap membuat anda nyaman berkomunikasi???

Kembali ke iklan….saya akan sangat mengapresiasi jika pembuat iklan memuat pesan moral yang positif deh…

Selain iklan favorit, ada juga iklan yg saya ga nyaman banget ngeliatnya, itu lo iklan esia yang edisi ‘tante kesepian’… bagaimana dengan anda???

Terkait :

Sariwangi dukung perempuan jadi inisiator dalam komunikasi

Sariwangi, jadul, Hangatnya Kebersamaan

Mari Bicara

Sariwangi

Mari Ngeteh Mari Bicara


Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama, Umum. Tandai permalink.

2 Balasan ke Dari iklan sampai komunikasi dengan suami

  1. Mama Aksa berkata:

    Percaya gak mbak…walau aku PP kantor-rmh satu mobil sama si Ayah…jarang ngobrol… solusinya pakai gtalk…kutulis smua info yg ingin kusampaikan buat si Ayah dan kalau ketemu tinggal tanya “udah dibaca” paling Si Ayah merespon cuma beberapa kalimat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s