Menyiapkan anak menjadi Ayah/Ibu

Nak, mama ingin kamu jadi dokter kelak ya…makanya sekolah yang pinter ya nak, terus belajar.

Papa punya pendapat, bagaimana kalau kamu jadi Insinyur Teknik Sipil, papa ingin kamu bisa membangun jembatan.yg rajin belajar dari sekarang,

Mama, aku kalo sudah besar mau jadi Presiden aja…atau guru aja….atau wartawan aja….

Atau….

Ma, besok aku mau menjadi seorang ibu…atau ingin menjadi ayah…

Nak, mulai sekarang kau harus belajar untuk menjadi ibu (utk anak laki-laki)/ayah (untuk anak perempuan), jadi harus belajar memahami perasaan ya nak..

Berbagai profesi berlomba-lomba dikenalkan kosakata-nya kepada anak-anak di sekolah. Di rumah kembali dikenalkan, namun ada beberapa profesi yang akan mendapat ‘penekanan’ pengenalannya, karena di dalamnya tersirat sebuah harapan khusus. Sosialisasi sedari kecil…atau memberikan pijakan sedini mungkin, atau mungkin memasukkan informasi sebanyak-banyaknya dengan harapan si anak akan tertarik dan ingin menjadi ’sesuatu’…..(bisa jadi sesuatu itu adalah sesuatu yang dulu sebenarnya dicita-citakan kita, tapi nggak kesampaian  🙂 ).

Ingatkah kita ketika pertamakali menjadi seorang Ibu/ayah???

Ingatkah kita bagaimana ketika menangani anak menangis bergulingan di mal karena minta mainan?

Ingatkah kita bagaimana ketika anak melanggar aturan yang telah disepakati???

Jadi apa yang harus dipelajari agar anak-anak kita kelak menjadi orangtua yang lebih baik dari kita, sehingga anak-cucu kita akan lebih baik lagi dari anak kita?

Anak belajar dari melihat,

Anak belajar dari mendengar,

Anak belajar dari merasa.

3 hal tsb, paling utama ada di rumah.

Apa yang telah kita siapkan agar kelak mereka menjadi ayah/ibu yang selalu dikenang “BAIK” oleh anak-anaknya?

Bagaimana menurut teman-teman?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Mama, Umum. Tandai permalink.

2 Balasan ke Menyiapkan anak menjadi Ayah/Ibu

  1. nh18 berkata:

    Anak belajar dari melihat, mendengar, merasa.

    Ini bener banget …
    Kadang kita sebagai orang tua sok-sok-an menasehati ina-inu … dengan seribu satu ancaman bahkan …

    namun kita lupa …
    apakah kita konsisten dengan apa yang kita nasehatkan …
    Ayo nak … tempat tidurnya dirapihkan …!
    Sementara tempat tidur kita sendiri berantakannya minta ampun …

    Ayo nak … cepet mandi …
    sementara kita sendiri … kadang langsung tidur-tiduran didepan TV tanpa ganti baju tanpa mandi …

    So … Melihat – Mendengar – Merasa …
    Jangan pernah anggap remeh itu …
    karena justru … Anak sangat banyak belajar dari situ …
    (ini saya tujukan untuk saya juga bu …)

    Salam saya Bu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s