Membangun Karakter Bangsa

Benarkah banyaknya demo, tawuran, pelecehan, bullying saat ini karena anak kurang apresiasi dalam rumah????

Apresiasi yang dibutuhkan oleh anak itu apresiasi yang seperti apa sih???

Apresiasi apa yang telah anda berikan kepada anak-anak anda????

Menyimak Metro TV soal Pembangunan Karakter Bangsa sangat menarik perhatian saya. Dodi Susanto, pengamat sosbud, sebagai bintang tamunya. Penuturan beliau benar-benar memukau.

Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia ini dimulai dari rumah. Prosesnya tidak boleh serta merta dititipkan ke pendidikan formal. Namun sangat tergantung kepada orangtua.

Kecerdasan anak yang majemuk, mencakup berbagai hal sering tidak mendapat apresiasi dari para ortu. Kebanyakan ortu melihat standar apresiasi dari nilai akademis yang didapat sang anak, padahal itu baru satu kecerdasan dari sekian kecerdasan yang ada pada anak kita. Ketika anak nilainya tidak bagus, anak jadi sedih, merasa tidak dihargai, merasa gagal, karena dianggap tidak mampu. Bayangkan jika hal ini terjadi terus menerus sepanjang anak mengenyam pendidikan formal di sekolah, mulai dari SD sampai dengan universitas. Sayang sekali bukan, kecerdasan lainnya pun ikut berguguran satu persatu, seiring terbunuhnya karakter diri anak. Seram sekali…..Belum lagi jika di sekolah, teman-teman dan guru juga tidak mengapresiasi….masalah yang dihadapinya menjadi lebih komplek dan rumit.

Apa jadinya anak yang mengalami hal tersebut???? Kira-kira bagaimana kondisi jiwa anak itu???

Maukah anak kita kelak mengalami ‘pembunuhan karakter’ seperti itu, saya yakin tentu jawabannya tidak.

Dengan memahami perasaan anak, kita akan menjadi lebih paham, apa sebenarnya yang diinginkan anak kita, keistimewaan apa yang dimiliki anak kita. Kita sebagai orangtua harus bisa memandang anak dari berbagai sisi, jangan dari satu sisi saja. Insya Allah kita akan menemukan sesuatu yang berbeda yang merupakan kelebihan dan bakat anak kita, sehingga kita bisa memfasilitasi mereka dan membentuk jiwa mereka agar mereka bangga menjadi dirinya sendiri.

Allah SWT tidak mungkin menciptakan manusia dengan kekurangannya saja, pasti kelebihan yang dimiliki juga banyak. Dengan tetap bersabar dan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuannya , mereka akan menjadi lebih baik.

Prestasi bukan hanya terukur oleh ‘nilai’ dan jangan pernah membandingkan prestasi anak kita dengan anak orang lain, atau dengan anak kita yang lain (kakak/adiknya), karena pencapaian setiap anak selalu berbeda.

Bagi anak yang dalam satu minggu selalu bolos sekolah 2 hari, ketika minggu berikutnya dia membolos hanya sehari.

Kemaren minta diantar sampai gerbang sekolah, hari ini minta turun mobil sendiri berjalan menuju gerbang.

Bulan kemaren masih dimandiin, bulan ini sudah bisa mandi sendiri…

Masih banyak prestasi sederhana mereka yang sering kita lupakan…(dulu merangkak, sekarang bisa jalan, bahkan berlari…). Bagaimana menurut Anda??? Setiap anak terlahir untuk menjadi istimewa bukan????

Pembangunan Karakter Bangsa harus dibangun mulai dari rumah, seharusnya ini menjadi visi kita bersama, dan jangan dianggap sebagai beban, karena memang sudah seharusnya kan menjadi tugas utama kita yang terpilih menjadi manusia yang disebut “orang tua”.

Jika setiap keluarga di Indonesia ini memiliki visi yang sama, Insya Allah bangsa kita tidak perlu khawatir dengan karakter bangsa Indonesia yang kita cintai ini di masa mendatang.

Bagaimana menurut Anda???

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Mama, Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s