Bertahan

Pagi tadi topik pembicaraan kami di mobil adalah adek  Syafa. Adek Syafa yang mulai terlihat ‘keukeuh dengan kemauannya’ sendiri. Jika memandang dari sisi lain, ooohhh rupanya…adek Syafa sedang belajar mempertahankan pendapatnya 🙂

Di usianya yang mendekati 3 tahun (Mei nanti), kepandaian Syafa terus bertambah. Termasuk kepandaian untuk mempertahankan sikap dan pendapatnya. Kesabaran kami sering sekali diuji olehnya.

Dulu Rahma dan Rafif tidak se-kreatif Syafa, salah satu sebabnya…dulu kami sering ‘kalah’ dengan kemauan mereka…dulu kami masih sering tidak tegas!!!

Sekarang, ketika kami mulai menyadari perlunya sebuah kata ‘tegas dan konsisten’ , dan mulai berhasil menerapkan kepada Syafa…tyt, ujian kesabarannya lebih-lebih lagi…hihihi…Syafa sangat kreatif mempertahankan kemauannya dengan berbagai cara dan alasan. Dan buntutnya adalah menangis kenceng-kenceng… nantinya sih memang akan diam, jika kami juga tetep keukeuh, tapi butuh waktu yang lumayan lama…(harus menahan diri deh dengerin Syafa nangis kenceng).

Alhamdulillah…dapat pelajaran baru lagi dari kasus ini, semoga kami dapat melaluinya dengan baik.

Jadi inget bu Elly Risman, perihal disiplin dengan kasih sayang, kita harus TTS (Tegas, Tegar, Sabar)…..ceritanya begini…

Sebelum berangkat ke toko, sudah sepakat bahwa boleh membeli makanan tapi bukan permen, karena sedang batuk. Sesampainya di toko, ternyata anak meminta permen.

Ma, aku minta permen!

Maaf ya Nak, tadi kesepakatannya apa Nak? boleh beli makanan tapi bukan permen.

Huuuuu huuuuuu, tapi aku mau permen (mulai menangis).

Kesal ya Nak, pengen banget ya beli permen itu?

Hiks…hiks…..iya…aku kesal….aku mau beli permen!

Maaf ya Nak, mama tau kamu pasti kesal, tapi tadi kita sudah sepakat kan untuk tidak beli permen. (Tegas)

Huuu…aku kesal sama mama, mama ga kayak tante Devi, Rafif aja boleh beli permen…

(Mama diam sejenak….ambil napas…sambil mbatin…TEGAR…TEGAR...)

Mama, pokoknya aku tetep mau permen itu…aku mau permen…mama jelek..mama nakal….mama nyebelin….

(Mama mengelus dada…SABAR…SABAR….)

Terkait :

Gendongan Kakak

Orangtua yang aneh

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Syafa. Tandai permalink.

3 Balasan ke Bertahan

  1. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum Devi

    Didoakan sihat bersama keluarga di hujung pekan. Maaf kerana lambat membalas kunjungan perkenalan kita. terima kasih kerana sudi bertandang ke laman saya. mudahan akan adanya jalinan persahabatan yang erat antara kita.

    Membaca tulisan dan bicara-bicara hebat Devi bersama Syafa sungguh membahagiakan kerana kepetahan dan kebijakannya dalam mengutarakan pendapatnya menurut apa yang difikirkan logik untuk dia dalam usia tersebut.

    Saat berhadapan dengan situasi tersebut, hati terasa amat geram apabila apa yang kita kata semuanya disangkal dan memungkinkan kemarahan meningkat bersamaan tingkah olah yang dibua-buat untuk memperolehi sesuatu. tetapi saat bersendirian dan mengenang kembali peristiwa kita berhadapan dengan olah anak sebegini, ia menjadi kenangan dan membuat kita tersenyum.

    Jika kita bijak menangganinya, maka kita berjaya melakukan pendidikan yang berkesan. jika gagal dan menuruti bermakna, kita bakal berhadapan dengan cabaran lain pada masa akan datang.

    Salam mesra buat devi dan keluarga dari saya di Sarikei, Sarawak.

  2. nh18 berkata:

    mama jelek..mama nakal….mama nyebelin….

    (tersenyum …)

    (sok.sok.bijak.gitu.deh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s