Sajak untuk anakku

Andai saja bisa mama mengulang waktu,

Tiada lagi marah itu…

Tiada lagi nada tinggi itu…

Namun semua takbisa diulang…

Sesal yang menyeruak…

Maafkan mama selama ini keliru,

Semoga mama diberi kesempatan oleh Sang pemilik waktu…

agar mama bisa MEMAHAMIMU, LEBIH BAIK LAGI…

(mama hanya bisa membacakan dengan isak teringat apa yang telah mama perbuat padamu kak,… (dalam pelatihan Disiplin dengan Kasih Sayang)…maafkan mama ya kak…maafkan mama…mama masih harus terus belajar…kaulah yang pertama kali membuka mata mama, bahwa mama harus terus belajar menjadi seorang mama, mama sayang kakak )

***Update 9 September 2010….

Membaca lagi sajak ini, dengan backsound lagu kesukaan kakak, yang sering sekali dinyanyikan oleh kakak, yang sering juga dimainkan dengan pianikanya…

hanya satu pintaku…tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu

hanya satu pintaku…tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah

apabila ini, hanya sebuah mimpi….
ku selalu berharap, dan tak pernah terbangun

hanya satu pintaku….tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu

…membuat mama menangis lagi…ingin sekali kami selalu menemani kalian Nak…seperti saat ini, libur lebaran. Insya Allah, mama dan ayah akan berupaya semampunya untuk bisa meluangkan waktu untuk kalian.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Kakak Rahma, Mama, Syafa. Tandai permalink.

7 Balasan ke Sajak untuk anakku

  1. riri berkata:

    hiks…hiks..ikut merinding bacanya..membuat diri ini ingin berpuisi juga untuk anakku

    ..maafkan mama nak
    …teori pengasuhan sudah mama tau
    .. kenapa mama selalu gagal menerapkannya ketika berhadapan denganmu

    maafkan mama nak…
    ..badanmu yang kecil harus selalu mengikuti ritme rutinitas orang tuamu..
    ..masa kecilmu dihabiskan dalam perjalanan penuh kemacetan dari pagi sampai malam..
    ..tapi balasan dari kami muka kelelahan dan nada tinggi …

    maafkkan mama nak…
    doakan mama ya..
    dapat memberikan kehidupan terbaik bagimu…
    dapat lebih memahamimu….
    dapat membuatmu tersenyum dan tertawa sepanjang hari…

    hiks hiks kok tambah mewek aku dev…
    walaupun puisinya tidak mengikuti kaidah…

    • Devi Yudhistira berkata:

      so sweet mama riri….
      semoga Allah memafkan segala kesalahan kita,
      semoga anak-anak dapat mengerti dan memahami betapa sayangnya kita kepada mereka,kemaren2, hari ini, esok2 dan seumur hidup mereka…
      semoga bukan baru sadar ketika mereka sudah dewasa kelak…

  2. Novita berkata:

    Ya Allah,,,semoga Engkau tetap mempercayakan aku untuk mengasuh anak2 di jalanMu,,,amin

  3. nh18 berkata:

    OOT

    Tanpa Gurindam, Tanpa Puisi
    Hanya permohonan maaf dari lubuk hati yang suci

    Maaf Lahir Bathin Bu Devi
    Salam untuk seluruh keluarga

    Salam saya

  4. dwi berkata:

    Subhanallah mba Devi..semoga semua pinta kita di ijabah Allah.
    Dan..udahlah..speechless aku jadinya. Mba Devi pasti tau perasaan aku sekarang seperti juga rasa ibu-ibu bekerja yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s