Terminal 3

Setelah membaca postingan teman-teman tentang Terminal 3 dalam berbagai versi, baru hari Kamis kemaren 24/12/2009 kami sempat berkunjung ke sana nganterin Budhe Luluk yang mau ke Surabaya.

Sayang sekali tidak ada foto yang bisa ditampilkan, karena tidak bawa kamera ūüė¶

Kali ini kunjungan benar-benar hanya untuk melihat bandara n pesawat, Rahma belajar mengamati dan melakukan wawancara kecil dengan beberapa petugas yang ada di situ. (Menanyakan tugas n nama profesinya).

Syafa sibuk menghitung pesawat yang terbang… Rafif sibuk membaca nama pesawat dan tulisan apa saja yang menarik buatnya.

Salah satu pertimbangan mengajak ke sana, karena semua pengantar boleh ikutan masuk, lumayan banget buat anak-anak bisa menambah informasi tentang bandara. Meski di dalam kok kesannya jadi ribet karena banyak banget orang…apa karena musim liburan ya???

Dalam perjalanan pulang, liat radar yang berputar-putar, hm…jadi punya ide buat membahas tentang RADAR..ssiiipppp deeehhh…

Lebih seneng lagi pas dapet informasi kalo tema setelah liburan nanti adalah : Pesawat.

Alhamdulillah….

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Anak-anak, Kakak Rahma, Syafa. Tandai permalink.

8 Balasan ke Terminal 3

  1. nh18 berkata:

    Bukannya GR nih …
    Tetapi saya berasumsi …
    salah satu postingan yang ibu maksud ..
    itu postingan saya deh … (ya kan ??)

    hehehe …

    Bagaimana Bu … Lumayan OK kan Terminalnya ?

    Salam saya

  2. nh18 berkata:

    Satu lagi …
    Akhirnya terlaksana juga ya bu ..
    membawa anak-anak untuk melihat pesawat dan belajar mengamati disana

    • yudhistira31 berkata:

      Boleh kok GR..dan bukan GR namanya kalo itu memang benar adanya. Tepat sekali, karena baca pengunjung bisa masuk jadi deh pembelajaran itu dilangsungkan pas ada kesempatan ke sana. Alhmdulillah…
      Cuman kemaren kok rameee banget suasananya…

  3. rully berkata:

    Terminal 3 lebih ribet pengamanannya, tapi lebih kelihatan sophisticated daripada terminal yang lain. waktu masuk detektor logam, suamiku ampe 3 kali keluar masuk detektor karena sepatunya ada gesper logam. barangku di kardus hampir dibuka karena mencurigakan, padahal cuman gara2 jilbab segi empat yang ada payet2nya… tapi fani excited banget waktu liat mesin untuk beli minuman, cuman karena gak punya uang kertas yang pas, jadi gak bisa praktekkan.
    tks for sharing…

  4. Ping balik: Mulai tertarik membaca « Belajar dari anak-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s