Perkembangan Rafif di sekolah

Sabtu kemaren, Rafif terima rapot, banyak hal baru yang diinformasikan bu guru saat terima rapot kali ini, antara lain :

  1. Senang menjadi pemimpin di kelas dan senang bekerja sama dengan teman-teman
  2. Suka membuat peraturan, terus dilanggar sendiri, terus ngeles saat diingatkan, meski nanti balik lagi ke peraturan
  3. Suka menirukan orang bicara (alias mbeo : seperti burung beo-red)
  4. Suka pura-pura tidak mendengar
  5. Suka main tebak-tebakan mulai dari yang ilmiah, angka, sampai yang konyol n nyebelin, jadi tren baru di sekolah
  6. Takut hantu, teman-teman semua tau kalo Rafif takut hantu, jadi mereka punya senjata pamungkas menghadapi Rafif…. ūüôā

No.1, kenapa kalo di rumah dia selalu berantem dan susah bekerjasama dengan kakaknya yak??? beda banget deh sama di sekolah. Atau karena di rumah kakak merasa lebih berhak mengatur kali ya, sementara Rafif lagi demen-demennya jadi pemimpin, jelas aja dia bete diatur-atur…(mungkin). Atau dia senang jadi pemimpin karena di rumah serba diatur sama kakak???? so di sekolah dia bebas mengatur teman-temannya…..meski demikian, dia sangat disenangi oleh teman-temannya…..piyeee iki??? ada ide???

No.2 ini jelas-jelas melihat kejadian sehari-hari di rumah…teladan…hiks, bener banget, mama dan ayah masih suka ngeles kalo lupa peraturan….maaf ya Rafif…belum bisa memberikan teladan yang baik nih mama dan ayah. Kalo orang Banyumas bilangnya “JARKONI” yang artinya ‘gelem ngajari ora gelem ngelakoni’ (mau ngajarin tapi kagag mau ngejalaninnya alias omong doang)

No.3. Jadi mesin pengulang pembicaran, jadi kalo ada yang ngomong “bagaimana hari ini?” Rafif akan mengulang kalimat yang sama..terus begitu kadang membuat bu guru dan teman-teman tidak nyaman.

No.4.  Menguji kesabaran dengan diam saja sok ga peduli atau sok tidak tahu, padahal sebenarnya dia mendengar.

Untuk no.3. dan .4. terapi yang efektif adalah dengan melakukan balik hal tsb…wkwkwkwk…ayah dan mama memang sudah melakukan aksi balik seperti itu, cuman bedanya..kalo bu guru lebih sabar dan bijaksana, dengan mendiskusikan ttg perasaan tidak nyaman ketika diperlakukan demikian, jadi sebaiknya bagaimana, dll. Kalo mama dan ayah, ketika melakukan aksi diam dan membeo balik ke Rafif lebih sering bilang gini :’emang enak dicuekin…emang enak didiemin….’ wedew, parah..parah… hehehe, habis piye, sebeeellll…. Yang penting, mama dan ayah sudah bikin pengakuan ke bu guru kok…beneran…tidak bohong…malu deh ya…

No.5. Soal tebak-tebakan. Ini juga salah kami juga kayaknya. Awalnya entah dapet darimana, Rafif suka memberikan tebakan yang asal (misal: bis apa yang bisa masuk mulut, jawabnya biskuit atau bis apa yang bisa masuk masjid, jawabnya bismillah). Nah, sebelumnya pengen nanya ke temen-temen semua neh…apa reaksi spontan yang bisanya kita lakukan kalo anak kasih tebakan kayak gitu???? hehehe..pasti gamau kalah, kasih tebakan konyol ganti kan???? Nah, kalo masing-masing anak dapet reaksi seperti ini dari ortu/orang dewasa kebayang ga, nambah berapa tuh tebakan konyol yang bakal kebawa ke sekolah… Ya, cuman bisa berharap semuanya bisa berlalu seiring berjalannya waktu dan kami bisa mengarahkan ke tabahan yang dikategorikan ‘baik dan bermanfaat’.

Soal yang no 6 itu, Rafif memang selalu takut, entah siapa yang awal mulanya menakut-nakutin, sampai-sampai tiap lewat fly over Senen, Rafif selalu meringkuk di bawah atau pejam mata gamau lihat poster bioskop yang ada di kanan kiri, secara, tau sendiri kan sering banget film horor ttg berbagai macam hantu yang dipasang di situ (priatin tenan).

Sekali lagi, dengan tulus kami minta maaf kepada bu guru di sekolah, kalo kami masih sering khilaf dan memberikan contoh yang tidak baik kepada anak-anak selama bersama kami, namun kami bertekad untuk selalu berusaha dan berusaha terus bu, agar kami bisa meniru kesabaran dan cara bu guru bertutur kata kepada mereka, “dengan lemah lembut”….. doakan kami ya bu…

Semoga Allah memaafkan kami…

Terimakasih buat semua bu guru Rafif, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan bu/pak guru sekalian… “Guru bak pelita, penerang dalam gulita, jasamu tiada tara”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif. Tandai permalink.

2 Balasan ke Perkembangan Rafif di sekolah

  1. rully berkata:

    alhamdulillah…, rafif mendapatkan pendidikan yang layak, yang menumbuhkembangkan potensi dan fitrahnya…
    Sedih banget kalo ngeliat model pendidikan di indonesia kebanyakan, dengan cara pengasuhan anak yang kebanyakan… ayo mbak dev, tularkan ilmumu… ūüėÄ

  2. Devi Yudhistira berkata:

    Rully…tidak pede rul…ayuk kita belajar sama-sama aja kepada yg expert ūüôā

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s