Bermain Peran jadi bu guru, Cara belajar Rahma

Rutinitas di Sabtu pagi, mama berkutat dengan cucian, jadi posisi selalu sekitar jemuran, mesin cuci, teras luar…wis bolak-balik sekitar situ aja. Namun Sabtu kemaren, ada yang berbeda, biasanya kakak Rahma mau kalau diminta untuk bekerja sama menjemur, kali ini karena mama liat kakak Rahma sedang asyik menulis sesuatu di papan tulis, jadi mama mengurungkan niat minta bantuannya 🙂

Mama menjemur sambil terus mencuri pandang ke Rahma (ke papan tulis tepatnya), sambil mendengar sayup-sayup Rahma bicara sendiri seolah sedang menerangkan sesuatu dan kemudian menuliskan kata-kata penting di papan …..ooooo….rupanya sedang pura-pura jadi guru, meski gada yang jadi muridnya karena dia benar-benar sedang sendiri.

Rahma sibuk memenuhi papan tulis dengan materi fiqih sepertinya, setelah penuh dihapus lagi lalu materi berganti dengan matematika sampai 2 kali memenuhi papan, dilanjutkan dengan bahasa Inggris sampai 2 kali menghapus juga….

Subhanallah…ternyata Rahma sedang belajar !!!

Tentu saja mama senyum-senyum sendiri sambil terus pasang mata dan telinga, karena mama jadi tahu sejauh mana Rahma memahami materi pelajaran di sekolah…

Hm, maaf ya kak, terkadang mama suka khawatir kalau melihat kakak ga belajar (belajar seperti mama dulu maksudnya, baca buku pelajaran). Mama masih belum mampu menghilangkan kekhawatiran mama tentang hal itu, meski ayah terus kasih pengertian sama mama, mama masih terus berusaha..berusaha…berusaha….

Mama masih terus belajar dari kalian, cara belajar kalian yang membuat mama terpana, ya…belajar tidak harus melulu baca buku dan mengerjakan soal seperti mama kecil dulu…bahkan kalian terus menyadarkan mama bahwa banyak cara belajar yang menyenangkan, tanpa menyebabkan kalian kehilangan kebahagiaan masa kecil kalian….

terimakasih ya kak…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kakak Rahma. Tandai permalink.

5 Balasan ke Bermain Peran jadi bu guru, Cara belajar Rahma

  1. rully berkata:

    lho, gak pake laundry lagi mbak?

    • yudhistira31 berkata:

      tetep pake rul…cuman seragam anak-anak kan enggak…maklum, masih ada masalah dengan pemadaman bergilir, tyt pengaruh ke selesainya laundry…

      • rully berkata:

        oo gitu…
        semoga aku dan suami juga dapat belajar dari kebijaksanaan ortu rahma.. secara kami juga sering angot2an ketika mendidik fani.. semoga Allah mudahkan… semangaaat….

  2. AL berkata:

    Hahaha.. Waktu kecil dulu, cara belajar saya juga begitu. Pura-pura jadi guru lagi ngajar di depan kelas. Yang jadi muridnya adalah adik-adik saya yang kalo gamau, saya ancem macem-macem. POKOKNYA kalo main sekolah-sekolahan, saya musti jadi gurunya. TITIK!!
    Galak!!

    Pas SMP, belajar saya masih begitu. Cuma bedanya, yang jadi murid-muridnya adalah rekan-rekan saya yang kebetulan satu asrama (dulu saya di pesantren), dan tanpa paksaan. Memang mereka dengan sukarela mau aja dengerin saya ngoceh sana-sini. Katanya, mereka lebih ngerti kalo saya yang ngajar dibanding ustadzah benerannya.

    Salam untuk Rahma, yaa..

    • Devi Yudhistira berkata:

      Wah, rupanya cita2 emang jadi guru ya bu Al…kesampean juga akhirnya jadi bu guru yak…tapi sekarang bukan guru yg ngancem2 tp bu guru yang asyiiikkk…saya terus dan selalu menantikan cerita bu Al ttg cara mengajar dan mengatasi anak-anak lo bu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s