Pilihan…

@ Perjalanan ke TPA

Syafa : Aku mau duduk sini ma! (minta mampir duduk di sebuah bangku di depan masjid)

M : Syafa emangnya gamau main di TPA?

S : Mau duduk sini aja (mulai senyum-senyum berusaha merayu)

M : Pagi ini, Syafa pilihannya mau main sama mas Aksa atau sama Timothy???

S : Mau duduk sini (mulai mimik mau nangis)

M : Syafa, sekarang waktunya main di TPA, mau main sama siapa? mas Aksa atau Timothy?

S : hm…hm…sama mas Aksa, yuk ke TPA ma…

St, cara di atas saya tiru dari bu guru (BG) di sekolah Rafif, dulu Rafif pernah juga gamau sekolah

R : Aku gamau sekolah, mau sama mama…

BG : Rafif mau ditemani ?

R : iya sama mama…

BG : Rafif mau ditemani bu Rahma atau Bu Ine???

R : gak mau…mau sama mama aja….(tetep sambil nangis)

BG : Pilihannya ditemani Bu Rahma atau Bu Ine?

R : diem…

BG : Oke…sepertinya Rafif pilih ditemani bu Rahma ya…

R : bukan, aku mau sama bu Ine aja..

 

Bagaimana menurut teman-teman???

 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Anak-anak, RA Istiqlal, Syafa. Tandai permalink.

5 Balasan ke Pilihan…

  1. erva berkata:

    Menurutku oke juga cara menyikapi seorang anak yg memang kadang suka ngambek tdk mau sekolah. Apa tdk kamu tanya dulu alasannya vi? klo aku terlebih dahulu bertanya kenapa tdk mau sekolah? karena biasanya ada sesuatu yg menyebabkan itu dan harus kita selesaikan masalahnya misalnya sang anak pernah dinakalin temennya dll Tp klo emang kita dah tau klo sang anak hanya sedang tidak mood aja ya boleh deh dengan cara seperti itu…

  2. bunda bingkie berkata:

    mmm… boleh dicoba nih, kayaknya jitu juga jurusnya 🙂

    btw, ada award di tempatku. pasang disini ya mam 🙂

  3. rully berkata:

    hmm, patut dicoba. tapi menurutku, setelah insiden itu, tetap kita harus mengkonfirmasi (tentu dengan cara santai) kepada anak… hmm, perlu nggak ya. atau anak harus nyelesein sendiri? piye mbak?

  4. Dewi berkata:

    sekarang giliran anak-anak yg selalu ngasih pilihan seperti itu buat aku…sigh….bete rasanya kalau digituin…
    contoh: ‘ayo sore ini kita naik jemputan aja…rizki bunda ga cukup kalau terus-terusan naik taxi”
    Detya:’ya udah boleh naik jemputan..tapi karena di jemputan panas banget nanti kita beli jus ya…”
    Bunda:’ udah ditahan aja sampai di rumah, ntar kita bikin jus sendiri’
    Detya:’Ah Bunda…gini deh…Bunda silahkan memilih…mau beli jus aja atau es krim’
    Bunda:’kan kita bisa bikin jus di rumah’
    Detya:’tapi pilihannya kan beli jus atau es krim’
    waaaaaaaaaaaaaaa…lalu orangtua yang otoriter keluar…:’tidak ada pilihan seperti itu….kalau ga mau bikin jus di rumah ya minum air putih aja’…tuing….tuing…

    bener deh mbak…kalo keadaan dibalik..ga enak rasanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s