Pengantin Surga

“Alangkah indahnya dunia tatkala menjadi pengantin….ketika pesta berlangsung, semua pihak keluarga sibuk menutupi kekurangan dan permasalahan sang mempelai…”

….hendaknya pengantin menebarkan keindahan dan keharuman yang abadi. Bukan hanya mempersingkat keluhuran pengantin di satu hari perayaan saja. Caranya dengan melanjutkan misi menuju pengantin surga.

Adam dan Hawa, pasangan purba ini memulai sejarah cintanya sebagai pengantin surga. Bayangkan, penghulunya Allah, saksinya para malaikat, bulan madunya di surga. Jelas bukan tandingan pesta nikah yang digelar manusia.

Kemudian Adam dan Hawa sama-sama melakukan kesalahan ketika melanggar larangan Allah soal buah Khuldi. Tapi pengantin itu menjadi orang bersalah yang terbaik, yaitu mengakui, bertaubat, dan tidak mengulangi. Sekalipun berpindah dari surga ke dunia, pengantin itu tidak hanyut dalam romantisme masa lalu.

Keduanya berjuang keras menjadi hamba Allah tebaik. Misi pernikahannya dinaikkan ke taraf sebagai khalifah di muka bumi yang menebar risalah tauhid. Apapun kesulitan yang menghadang dijadikan modal menabung pahala menuju cita-cita kembali menjadi pengantin surga

Hikmah terindah dari pernikahan Adam-Hawa, bahwa pengantin hebat itu bukannya yang tanpa masalah, bukannya yang tidak pernah gagal, bukan pula yang bebas dari kesalahan. Tetapi yang menjadikan segala sejarah kelam itu sebagai bekal penempaan kedewasaan diri menuju prestasi menjadi pengantin surga.

Setelah mencicipi manisnya sebagai pengantin dunia, betapa ruginya bila tidak merasakan anugerah pengantin surga. Siapapun berhak menjadi pengantin surga. Caranya gampang, cukup dengan menjadikan segala tantangan pernikahan sebagai ladang beramal saleh.

Tatkala kita dilantik Allah sebagai pengantin surga, tidak ada lagi kesulitan, hambatan atau rintangan. Tiada lagi kesedihan, kepahitan maupun kehinaan. Karena pengantin ini selalu dalam kebahagiaan yang statusnya dijamin abadi.

(Paras 72 Okt 2009)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama, Umum. Tandai permalink.

3 Balasan ke Pengantin Surga

  1. yoan berkata:

    ehm, mbak, Adam & Hawa menikah ya? bukannya, ehm, samen leven? *kaburketimbuktu*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s