Instropeksi Pola Pengasuhan

Terima rapor….satu hal yang selalu mendebarkan…hiks…

Bukan soal nilai…Insya Allah, kami sudah komit untuk tidak mempermasalahkan nilai …

Namun seperti terima rapot sebelum2nya, yang selalu mencemaskan, kali ini juga demikian.

Rahma, secara keseluruhan…ditinjau dari segi emosi dan spiritualnya menurun drastis…hiks, sedih banget deh mendengarnya. Rahmaku yang manis, kali ini sering ‘punya ide negatif’ yang mampu mempengaruhi teman-teman di kelas. Dan kalau tidak suka dengan sesuatu, dia akan sangat ekspresif mengeluarkan ‘nada tinggi-nya’ ke semua orang (termasuk pak guru). Menurut pak gurunya, Rahma sedang senang ‘uji coba’ lagi..mencoba melanggar peraturan, hiks…

Astagfirullah, ada yang salah aku dalam mengasuhnya…hiks..bisa dipastikan, akhir-akhir ini “mama memang sedang tidak menentu”

Maafkan mama ya nak…mama dan ayah harus terus berusaha untuk memberikan ‘teladan’ yang baik buat kalian. Mungkin usaha kami belum maksimal, lebih tepatnya belum sepenuhnya ikhlas kali ya…padahal teladan-lah hal yang paling penting buat kalian semua…

Ya Allah, terimakasih sudah Kau ingatkan kami,terima kasih ya Allah…

berikan kami kesempatan untuk ‘selalu’ bisa memberikan teladan yang baik menuju jalan-Mu…

berikan kami kesempatan untuk melihat dan menyadari betapa luar biasanya anak-anak titipan-Mu…

Ingatkan saat kami lengah dan terlupa…

Ya Allah….berikan kami kekuatan, kesabaran agar dapat “selalu berkata dengan mereka dengan perkataan yang benar, mengingatkan mereka dengan lemah lembut, menyayangi mereka dalam porsi yang tepat dan agar selalu dapat memberikan teladan yang baik dalam menjalani hidup di dunia ini”

Perkenankanlah kami memperbaiki semuanya di sisa umur kami ya Allah…amien.

==== dedicated for Rahma, Rafif, Syafa, maafkan mama kalian  ya nak…mama masih harus terus dan terus belajar menjaga kalian dengan cara yang disukai Allah…semoga kalian memaafkan mama

==== for my husband, bantu kami agar kami senantiasa menjadi penyejuk, penyenang hati buatmu

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama. Tandai permalink.

3 Balasan ke Instropeksi Pola Pengasuhan

  1. yoan berkata:

    humm… mungkin Si Dia belum mengijinkan saya berkeluarga sampe sekarang karena saya belum mampu punya keluarga. gimana mau ngurusi suami dan anak2 wong diri sendiri aja sering gak keurus… gimana caranya ngatasi anak2 kalo diri sendiri blum bisa diatasi sendiri… *curcol, mbaaaakkk… hihi… :mrgreen: *

  2. galuh berkata:

    alhamdulillaah bisa akses lagi jeng…kemarin2 agak susah. malah gagal ding…
    hmmm, untuk postingan yang satu ni, idem mbak…

  3. mahyarina berkata:

    mbak dev,emang ga gampang ya jadi istri, jadi ibu, apalagi untuk menjadi yang terbaik..tapi mbak,Allah Maha Melihat & Maha Mengabulkan Do’a..Allah lebih menghargai proses daripada hasil..
    Sabar ya mba,menurut bu elly risman, adakalanya anak-anak yang terbaik pun ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi yang terburuk, menjadi nakal, menjadi yang terakhir, tapi itu ga akan permanen selama kita sebagai ortu selalu aware, siap meluruskan kembali yang bengkok..
    insyaallah ya mba…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s