Lima seratus…

Sepulang dari silaturahmi APIQ di Bandung (Sabtu, 10 Oktober 2009), Rafif  membaca buku APIQ-nya Ir Agus Nggermanto tentang Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif, entah kenapa dia sangat tertarik dengan halaman 42, tentang perkalian dengan 10.

‘Kalo tanda seperti ini (sambil menunjukkan tanda x) dibacanya apa ma?’

O, itu artinya operasi perkalian fif, bacanya ‘kali’.

‘Berarti, aku dah tahu perkalian, coba ayah sama mama tebak, aku pasti tau jawabannya’

4 x 10 = berapa yah??? ………. (empat puluh)……….ya, ayah bener

7 x 10 = berapa ma???……….(tujuh puluh)…….ya, mama bener, seratus buat mama

23 (dua puluh tiga) x 10 = berapa yah???……..(dua ratus tiga puluh) …….ya, hm…hm…

476 (empat puluh tujuh enam…mulai bingung bacanya) x 10 = berapa ma??? …..(empat ribu tujuh ratus enam puluh) ……..ehm…ehm, wah…aku bingung kalo banyak-banyak.

Lalu dia berinisiatif membuat soal sendiri

3 x 10 = berapa? ……(tiga puluh)….bener ma

4 x 10 = berapa? …..(empat puluh) …bener ma

6 x 10 = berapa? ….(enam puluh)…ya mama bener terus.

Sekarang gantian mama sama ayah yang buat soal, Rafif yang jawab…(penasaran mode on)

‘Oke, coba deh mama sama ayah tebakin aku, aku pasti bisa jawab!’

4 x 10 =??? ……….ehm…ehm…Rafif berpikir sejenak, terus menjawab empat sepuluh

5 x 10 = ???…..lima puluh!…..o bener, bacanya lima puluh ya fif

5 x 100 = ??? …lima seratus!

9 x 10 = ???….sembilan puluh!

35 x 10 = ???…tiga puluh lima sepuluh…

Meskipun Rafif belum bisa menyebutkan angkanya dengan benar, yang membuat kami surprised karena Rafif sudah menemukan konsep perkalian dengan 10 dan 100, di mana hasilnya adalah angka itu sendiri dan ditambahkan angka 0 satu atau dua di belakangnya…Subhanallah…

(soal penyebutannya, menyusul aja kali ya, semoga seiring bertambahnya kemampuan Rafif mengenal angka ratusan, matematika bisa jadi lebih menyenangkan buat Rafif , selamat ya bang!!!)

====Rupanya Rafif masih terus memikirkan cara pengucapan yang mudah buatnya tapi tetep bener, ketika pagi sampai sekolah dia berbisik…’aku sudah tahu 35 x 10 lo…tiga lima nol kan???’ wah…betapa kreatifnya abang…bener banget dengan menjawab seperti itu, dia tidak perlu sibuk memikirkan penyebutan ratusan dan puluhannya….sip deh bang…. ======

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif. Tandai permalink.

5 Balasan ke Lima seratus…

  1. angger berkata:

    Sip…!
    Rafif memang kreatif.
    Yuk…kita terus kreatif seperti Rafif.

    Salam…

    • yudhistira31 berkata:

      Pak Angger, jika berkenan, boleh tuh sharing ttg ‘penyebutan alias cara membaca angka yang sering dialami anak-anak saat belajar matematika’
      Biar kami-kami ini ga perlu mengkhawatirkan hal tersebut…

  2. nh18 berkata:

    Iya Bu …
    Soal penyebutan sih itu masalah nanti …
    Yang penting konsepnya sudah masuk

    Salam saya

  3. mahyarina berkata:

    kalo anak nyebutnya salah gitu,boleh ga kita sebagai ortu membetulkannya..atau dibiarkan saja?kalau dibiarkan saja, sampai kapan kita sbg ortu hrs spt itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s