Dilarang masuk !

‘Eh…bu, apa kabarnya…waduh lama ya kita ga ketemu??? Ini putra-putrinya ya bu???? sekolah di mana?….ini yang dulu masih kecil?…sudah besar ya..ibu sekarang di gedung mana bu? …bla…bla…bla…(masih banyak lagi pertanyaan untuk memulai percakapan denganku sebelum masuk percakapan inti) Saya sekarang kerja di T bu, produk yang saja jual sekarang buku seperti ini lo….bla..bla…bla…”

no enterSementara si Bapak menjelaskan produknya, Rahma dan Rafif mulai manyun dan menarik-narik rok pertanda mereka ingin segera berlalu dari situ. Heran, melihat kemanyunan dan tatapan tidak senang mereka, karena biasanya mereka antusias kalo ada yang jualan buku… Mengerti ketidaknyamanan mereka, saya pun permisi untuk mengantar anak ke TPA, agak gak enak juga sih sama si Bapak.

Cemberut mereka terus berlanjut, sambil protes, terang-terangan mereka bilang “Aku ga suka ngeliat mama bicara sama laki-laki orang asing (maksudnya mereka ga kenal kali ya, soalnya kalo ngobrol sama temen kantor mereka ga pernah protes), mama ga boleh ngobrol kalo ga ada ayah, pokoknya aku ga suka, kalau mau beli buku nunggu ada ayah aja, jangan juga salaman-salaman, kenapa mama kasih nomer telepon segala???” wah..wah…satu persatu protes mereka sampaikan bersaut-sautan.

Saya hanya bisa senyum-senyum geli melihat tingkah mereka….amat sangat maklum, mengerti dan paham, karena hehehe..dulu saya pun seperti mereka !!!!! šŸ˜„ sama banget deh (masih parahan saya malah), padahal ga ada yang ngajarin…

Setiap ada tamu laki-laki ke rumah mencari mama, pasti saya akan berdiri di depan pintu sambil merentangkan tangan seolah menghalangi langkah mereka dan dengan lantang saya berkata “TAMU LAKI-LAKI TIDAK BOLEH MASUK, TUNGGU DI LUAR SAMPAI PAPA PULANG’. Kalaupun mama nekad menemui (karena rasa ga enak juga pastinya) saya akan tetap di posisi seperti itu dan mama hanya saya ijinkan bicara dengan tamu dan tetap berdiri di belakang saya jadi tamunya di luar, mama di dalam. Pasti tamu itu geli banget ngeliat tingkah saya waktu itu ya, kecil-kecil sudah sok galak…hihihi. Bayangkan, sudah berapa banyak tamu yang saya perlakukan seperti itu, padahal mereka adalah para pembeli ataupun pengantar barang dagangan mama yang waktu itu buka toko klontong….pasti aja sering banget ada orang datang kan????

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

4 Balasan ke Dilarang masuk !

  1. nh18 berkata:

    Ups …

    (tunggu di teras aja deh …)
    hehehe

  2. mamaray berkata:

    kalo aku boleh kan…. kan aku perempuan… temen sekantor mama pula…. hehehe….

    • devi berkata:

      ya begitulah anakku…kalo naik angkot, apalagi dek…aku ga boleh sebelahan sama laki2, kalo sebelahan bakal diliatin terus perbatasannya…hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s