Tradisi di hari nan fitri

kerokanSelain mudik, lontong/ketupat, opor, kue2 kering, kacang bawang, kacang mete, dan saudara-saudaranya ….ternyata ada satu hal lain yang baru disadari di lebaran kali ini…padahal dah 8 kali lebaran kami selalu menjalani ritual ini, kenapa baru nyadar sekarang ya…

KEROKAN…..

Ya, kerokan merupakan hal yang sepertinya di-WAJIB-kan oleh mbah putri di Semarang. Setiap kami datang (apalagi setelah dilanda macet berjam-jam), kalo ga malam harinya ya keesokan harinya pasti harus dikerok, mulai dari cucu (balita) sampai mantu, apalagi anaknya sendiri dah pasti deh kena kewajiban yang pertama kali…hehehe…

Yang bertugas menjadi tukang kerok adalah adek ipar yang tinggal di Semarang, atau malah mbah putri sendiri yang turun tangan. Kami yang tinggal di luar kota yang dikerok…enak kan? Antri untuk dikerok menjadikan hal yang istimewa sambil ngerumpi ngobrol sana-sini…

Memang sih selalu terbukti dengan hasil yang dibilang “Gosong” (maksudnya merah tua gitu)…disertai rasa puas yang terpancar dari pancaran matanya. Ajaib memang, kalo dah dikerok semua berasa sehat dan anak-anak juga ga rewel lagi lo…

Ramuannya juga ajaib, bawang merah yang dikunyah mbah putri mampu menyehatkan para cucu…tapi diantara para cucu yang paling nurut untuk dikerok dan ga pernah nangis adalah………Syafa dan Rafif (kok anakku semua…???), kalo yang lain sih pake acara melarikan diri dan nangis bombay.

Meski tau kerokan sendiri ga bagus efeknya, tapi kalo dah urusan mudik lebaran, kami mau ga mau memang harus melakukannya…udah TRADISI!!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, ayah, Kakak Rahma, Mama, Syafa. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tradisi di hari nan fitri

  1. nh18 berkata:

    HAhaha …
    Ada-ada saja ini …
    Tradisinya Kerokan …
    tetapi … ini menggambarkan kehangatan keluarga yang tiada duanya pak …

    Salam saya

    (BTW nama anak sulung saya serupa dengan nama blog ini lho …) 🙂

    • yudhistira31 berkata:

      Hehehe…begitulah pak trainer…ya, memang dengan waktu libur yang terbatas dan harus bersilaturahmi keliling jateng, macet pula…yg namanya masuk angin cuman bisa ditangkal sama yang satu ini….
      Yudhistira memang nama yg bagus ya pak….(narsis mode on)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s