Penyakit Kehidupan

Seorang bos mengeluhkan kalo hidupnya sangat amburadul, hidupnya tidak tenang, rumahtangganya tidak harmonis, anak-anaknya juga semua jago melawan, di kantor banyak konflik baik antar sesama bos maupun dengan anak buah, dia merasa sangat tertekan dan ingin menyudahi hidupnya.
“Pak, saya benar-benar sudah jenuh hidup di dunia ini, saya ingin mati saja. Saya sudah tidak selera menjalani hidup, semua sangat memuakkan…bla…..bla…..bla…(mulai menceritakan masalahnya)” keluhnya kepada guru spiritualnya.

“Wah, rupanya bapak sedang terserang penyakit, namanya penyakit kehidupan. Dan memang penyakit ini tidak ada obatnya pak! Tepat sekali kalo bapak memilih untuk mati saja, mungkin itu memang jalan keluar yang paling tepat, karena sakit ini tidak ada obatnya pak!!!” tanggapan guru tsb.
“Namun demikian pak, seandainya bapak mati, bapak ingin meninggalkan kenangan yang baik atau buruk kepada semua orang yang Bapak kenal???”
“Tentu saja saya ingin meninggalkan kenangan yang baik dong, dan saya tidak ingin ada orang yang tau bahwa saya bunuh diri, saya tidak ingin nama baik saya cemar” masih dengan sok jaim dan jaga wibawa si Bapak menjawabnya.
“Oke pak, ini saya berikan sebotol air yang beracun, yang bisa membunuh bapak perlahan-lahan dalam waktu satu minggu sehingga tidak ada seorangpuntahu kalo bapak bunuh diri, tenang saja pak, Rahasia antara kita.Bapak kembalilah menjalani hidup Bapak, dan jangan lupa untuk melakukan sesuatu yang ‘indah’ untuk dikenang ya pak!!! Seminggu lagi, bapak kembali lagi ke sini dan saya akan memberikan satu botol racun lagi yang benar-benar akan mengakhiri hidup bapak, oke pak???”
Sepulang dari rumah sang guru, si Bapak mulai menebarkan kenangan indah yang diinginkannya.
Dia mulai menyapa istrinya dengan hangat, mencium keningnya dan mengatakan betapa dia menyayangi istrinya, dia juga minta maaf kalau selama ini sudah berlaku buruk…demikian juga kepada anak-anaknya. Dia berusaha untuk menghidupkan kembali suasana di rumah untuk mencapai tujuan terpendamnya itu.
Di kantor…dia selalu menyapa semua orang dan menyalaminya setiap bertemu, dan taklupa sambil tersenyum dia menyatakan betapa para karyawan sangat hebat di matanya dan semua adalah tim yang solid, ketika berpisahpun dia selalu mengucapkan salam,terimakasih dan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukannya baik sadar maupun tidak.
Tanpa disadarinya, kehidupannya sudah berubah menjadi kehidupan yang penuh cinta kasih dan sangat membahagiakan….
Hingga akhirnya dia menyadari betapa di akhir hidupnya itu, dia merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa…yang belum pernah dirasakan sebelumnya, hidupnya jadi lebih indah dan bermakna.
Dia mulai takut dengan keinginannya untuk mati…dia mulai ingin hidup lebih lama lagi.
Tepat hari yang dijanjikan, datanglah dia ke rumah sang guru…
Dia menceritakan semuanya dan kekhawatirannya ttg keputusannya mengakhiri hidup.
Sang guru hanya tertawa…sambil berkata “Pulanglah, kembalilah menjalani hidup yang kamu rasa membahagiakan itu…kamu sudah menemukan kebahagiaan itu, lupakan racun itu, karena itu adalah air biasa yang tidak akan membuatmu mati “

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kisah APIK, Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s