Matoa…tanda cinta???

Kemaren pas liburan di Semarang, saya dikasih buah Matoa sama ibu mertua.
Sambil makan, ibu mertua mulai bercerita asal muasal pohon matoa yang sedang berbuah lebat di kebun belakang rumah mertua.
Bagi saya sendiri, sangat heran melihat pohon itu bisa berbuah lebat di Semarang, mengingat buah Matoa itu adalah buah khas Papua.
Ternyata, pohon Matoa yang ditaman mertua itu adalah pemberian dari papa saya…hihihi…
Papa saya memang menjual berbagai bibit tanaman, menurut cerita papa, biasanya orang yang berminat membeli bibit Matoa adalah orang yang pernah tinggal di Papua (di daerah saya, rata-rata yang membeli adalah anggota TNI AD yang dulu pernah punya memori dengan buah ini).
Pas keluarga mertua datang ke Purbalingga untuk melamar saya, mereka dibawakan bibit Matoa untuk ditanam di Semarang. Awalnya mereka tidak tahu kalau pohon matoa itu sudah berbuah…dan selalu terlambat untuk memetik, keduluan habis oleh orang lain yang mengambil tanpa ijin. Ini tahun ke-2 mereka bisa menikmati hasil panen matoa tanpa keduluan tetangga… 🙂
Ah, saya jadi tersipu mendengar cerita ibu mertua…
Rupanya matoa itu matoa tanda cinta 8 tahun yang lalu, pas bulan Juli 8 tahun yang lalu saya dilamar ….
Tak terasa, waktu terus berlalu, sekarang kami sudah dikaruniai 3 anak yang hebat-hebat…terimakasih Allah.

Gambar diambil dari : http://mipa.ugm.ac.id

Iklan
Pos ini dipublikasikan di ayah, Mama. Tandai permalink.

3 Balasan ke Matoa…tanda cinta???

  1. yosandra berkata:

    beli bibit matoa di semarang sebelah mana ya? saya sangat berminat.

    • Devi Yudhistira berkata:

      Maaf ya yosandra…saya kurang tahu soal hal itu.

    • niman berkata:

      Beli aja buahnya, trus bijinya ditanam di tanah yang gembur. Bagusnya di polybag. Pertumbuhan tunasnya termasuk cepat, hanya dalam 1 minggu sudah bertunas.
      Kalau di Bandung, buah matoa bisa dibeli di toko buah khusus di jalan Trunojoyo, dengan harga sekitar 30.000 rupiah/kg.
      Kalau mau cari bibit yang sudah jadi dengan ketinggian sekitar 50 cm, bisa dibeli di Subang dgn harga yang cuma 15.000 rupiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s