Aku ndak mau ‘ok..

Olala.. Rahma sudah bisa mengucapkan kalimat Judul di atas dengan sangat fasih. Jawa tulen. …anak2 memang bener2 mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya, selama liburan di Semarang, logat bahasa mereka sudah berubah drastis..bukan bergaya Semarang, namun cenderung ke logat Surabaya. Ternyata dominan banget ya logat Surabaya itu (kenapa kira-kira ya?). Berkumpul dengan 2 sepupu yang berdomisili di Sidoarjo cukup membuat mereka fasih berlogat Sby, padahal dari jumlah, kita 3 orang dari Jakarta, 1 orang Semarang…kok tetep aja yang dominan 2 orang yang dari Sby.

Biasanya setelah pindah lokasi libur ke Purbalingga, mereka hanya butuh waktu 1/2 hari untuk segera cun-in dalam logat Banyumas…dan pas sampe Jakarta lagi, di sekolah tetep lancar tanpa logat Jawa, namun untuk bicara di rumah tetep aja bakal kebawa logat Jawa-nya sampe setengah bulanan. Maklum, kami di rumah memang menggunakan bahasa daerah. (Eh, di kantor n TPA , sering juga ..bahkan lebih sering pakai basa Jawa).

Peristiwa liburan ini, menjadi pengingat mama buat menyadari tentang  mudahnya anak-anak menyesuaikan diri, di sisi lain, selain mudah meniru, mereka juga mudah terpengaruh.

Kenapa bisa menjadi pengingat???

Tentu saja jadi mengingatkanku bahwa kita harus senantiasa memberikan contoh yang baik, karena itulah yang akan dilihat langsung oleh anak dan pasti ditiru dengan sangat cepat. Karena yang ditiru bukan hal yang baik saja, melainkan hal yang burukpun pasti mereka tiru, apalagi yang melakukannya kita, ortu mereka sendiri.

Soal mudah terpengaruh…..untuk hal yang positif tentu saja kita senang, namun bagaimana dengan hal-hal negatif ??? Jadi teringat kata-kata bu Elly Risman, dari Buah Hati

Ternyata… menghindarkan anak dari kecanduan (adiksi) terhadap apapun, kuncinya sangat mudah. Biasakanlah untuk MEMAHAMI PERASAN anak, sehingga mereka memiliki kebebasan berekspresi dan jiwa yang merdeka.

Hiks…hiks…kami masih perlu banyak belajar untuk memahami perasaan anak…meskipun sepertinya mudah dan sederhana, namun prakteknya…hik…hiks…bukan hanya susah, namun amat sangat sulit…

Astagfirullah…ampuni saya ya Allah…


Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Anak-anak, Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

2 Balasan ke Aku ndak mau ‘ok..

  1. ketibandaru berkata:

    hehehe…. aku merasa bangga sebagai orang Sidoarjo… hehehe…

  2. bundagaluh berkata:

    wah yang ini sama juga nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s