Bermain Pohon Puteri Malu

Pagi ini mama dan ayah mengajak Syafa ke Lapangan Banteng. Hari Jumat banyak yang berolahraga di sana. Syafa memilih tempat duduk untuk memulai sarapan paginya, Nasi Uduk + semur tahu, Tak lama kemudian Syafa mulai berlarian kesana-kemari, mama dan ayah diskusi masalah matematika…hehehe…ada sesuatu yang cukup membuat kami penasaran bagaimana cara menggunakan mainan agar anak-anak lebih mudah memahami konsep matematika.
Syafa asyik memetik bunga kamboja, terus dipakai sebagai hiasan kuncir air mancurnya, diselipkan di telinga juga.
Merasa waktu bermain Syafa sudah cukup, kami pun mengantar Syafa ke TPA. Tak sengaja kami menemukan pohon puteri malu, ayah langsung memanggil Syafa untuk mendekat. Ayah mulai menyentuhkan jarinya ke daun puteri malu satu persatu, Syafa sibuk mengawasinya, dan akhirnya ikut-ikutan…tapi langsung mengibaskan tangannya ke pohon itu…Syafa tidak tahu kalo banyak durinya, dia mengeluh sakit tangannya. Baru deh setelah dikasih tahu ada durinya, Syafa pun memegang satu persatu daunnya.
Ini pertama kalinya Syafa mainan pohon puteri malu.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Syafa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s