Waspada, target pornografi ===> anak, bagaimana menyiapkan anak tangguh menghadapinya?

Astagfirullah…

Prihatin banget melihat data tentang pornografi, anak SD sekarang mulai mengenal gambar porno, mengakses gambar porno, games porno. Luar biasa dampak negatif dari kecanggihan alat elektronika.

Benar-benar kejam ya pihak-pihak yang sengaja membuat games,film, gambar,komik porno yang jelas-jelas gambarnya “KARTUN”. Efek kecanduan pornografi ini lebih kejam lagi dari kecanduan narkoba. Belum lagi sinetron dan film-film Indonesia yang judulnya saja sudah mengundang, dan isinya itu loh….membuat saya berpikir sampai sejauh mana sih peran Badan Sensor Film di Indonesia??? Tayangan-tayangan yg jelas-jelas tidak layak ditonton oleh anak-anak ditayangkan dengan leluasa di TV dan Bioskop.

Teman baik saya, membeli vcd film kartun yang 7 in 1.  Di film pertama, memang murni film kartun, namun di film selanjutnya….adalah adegan porno yang masih tetap diperankan oleh tokoh2 kartun.

Yang mengagetkan lagi, Rahma juga bercerita bahwa dia pernah melihat gambar kartun yang kelihatan auratnya, pas lagi pelajaran IT di sekolah, tiba-tiba gambarnya muncul. Reaksi Rahma sih langsung bilang ke pak guru untuk menutupnya.

Ada juga teman Rahma (kelas 3) bilang ‘Tante, kalau temenku sih suka buka games  “Naruto” katanya sih gambarnya jorokjorok gitu deh”. Waduh….gimana tuh, mana games yang dia maksud kata kuncinya adalah tokoh kartun yang amat sangat digemari oleh anak-anak , termasuk Rafif. Kebayang enggak kalau anak-anak mengakses internet sendiri tanpa pengawasan dan kesasar ke games tsb ???? Astagfirullah…

Kenapa sih pornografi yang seperti ini dibiarkan saja??? Hal-hal seperti inilah yang layak dibuatkan dan diatur dalam UU Pornografi, bukan dalam kaitannya baju daerah, seni, dll seperti yg selama ini diributkan oleh banyak pihak.

Ciri-ciri anak yang telah kecanduan pornografi :

  • mudah haus dan tenggorokan kering
  • sering minum
  • sering buang air kecil
  • sering berkhayal
  • sulit konsentrasi
  • jika bicara, menghindari kontak mata
  • sering bermain PS dan internet dalam waktu lama
  • prestasi akademis menurun
  • main dengan teman/kelompok yang ‘itu-itu’ saja
  • berperilaku yang aneh

Kenapa targetnya adalah anak-anak yang belum baligh???

  1. Karena menurut penelitian, anak-anak yg belum baligh jika mengalami 33-36 kali ejakulasi, dia akan menjadi pecandu pornografi seumur hidup, sehingga ini adalah Future Market yang sangat potensial
  2. Menjadikan anak kita memiliki Mental Model Porno, artinya dia akan selalu memikirkan/membayangkan pornografi biarpun melihat seseorang yang menggunakan pakaian yang biasa saja (pakaian lengkap, bukan yg modelnya seksi)
  3. Menyebabkan kerusakan otak permanen

Harus ekstra waspada kita sebagai orang tua tentu tidak menginginkan hal tsb kan…

Saya sendiri kaget, amat sangat kaget mendengar cerita Rahma dan temannya yang masih kelas 1 dan 3 SD. Namun demikian hal tsb membuka pikiran saya, bahwa saya harus waspada dan memberikan pijakan yang kuat buat anak-anak agar menjadi anak tangguh di Era Layar sekarang ini.

Membuat Anak tangguh di Era Layar :

  • Sadari bahwa anak adalah titipan Allah
  • Sadari dan evaluasi kesalahn-kesalahan kita dalam pengasuhan
  • Persiapkan diri untuk minta maaf kepada anak
  • Simak dan buat list tentang pandangan anak thdp pola pengasuhan kita dan harapan-harapan mereka
  • Utarakan kepada mereka, tentang harapan-harapan kita sebagai orang tua dan buat prioritas bersama ttg hal-hal yang akan diperbaiki
  • Jelaskan kepada mereka tentang akibat pornografi terhadap otak
  • Bicarakan dengan pasangan, mengasuh anak berdua =>Dual Parenting
  • Tarik kembali ayah ke rumah, bahas Qur’an dan Hadits, bercerita dengan anak, persiapkan anak untuk menjadi remaja-dewasa
  • ajak anak olahraga ==> menyehatkan otak
  • buat kesepakatan bersama tentang komunikasi yang menyenangkan antara ayah-ibu-anak, aturan-aturan yang harus dijalankan seputar fasilitas yang diberikan

(sumber: materi pelatihan Menyiapkan Anak Tangguh di Era Layar, Yayasan Kita dan Buah Hati)

Tulisan sebelumnya :

Situs Pemblokir dan Internet

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Mama. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s