Perbedaan vs berpisah

Temanku ( sebut namanya Ica), sering sekali curhat soal orangtuanya yang selalu berselisih pendapat setiap hari…

Ada saja hal yang bisa menjadi sebab perdebatan, tak jarang diakhiri dengan bertengkar hebat.

“Kenapa ya…mama dan papa kok selalu berantem, kenapa dulu mama mau dapet papa sih?”

‘Kenapa papa mau dapet mama sih? Kalo perkawinan mereka selalu dibumbui dengan perselisihan…’

Suatu saat, kudengar Ica menelpon kedua kakaknya yang sudah hidup terpisah di luar kota, sambil terus terisak-isak…

“Kak, gawat, sepertinya kali ini benar-benar mau game over, papa dan mama berantemnya hebat banget…sampai membicarakan masalah cerai segala. Dan kayaknya kak, ini serius!!! Aku juga ditanya aku mau pilih ikut siapa kalau mereka berpisah! Kakak nanti mau ikut siapa? Kita mau ikut siapa kak? Gawat kak, mereka benar-benar mau cerai”

Hari itu, aku sibuk menghibur dan mencoba berempati pada Ica. Dalam kondisi kacau seperti itu, Ica benar2 ketakutan, tidak mau pulang, takut ditanya keputusannya mau ikut siapa. Keesokan harinya mamaku mengantarnya pulang. Sore harinya Ica menelponku, sepertinya suasana sudah berbeda, dia mengabarkan kalau papa dan mamanya sudah baikan dan tidak akan bercerai karena mereka sadar bahwa salah paham diantara mereka akan cara memandang suatu permasalahan adalah sebuah hal yang sebenarnya tidak patut dirisaukan, juga tidak patut menjadi sebuah masalah yang besar, karena Allah memang menciptakan pria dan wanita memang berbeda dalam segala hal.

Namun, lagi-lagi, Ica dan kedua kakaknya seperti sudah ditakdirkan untuk selalu menghadapi pertengkaran kedua orangtuanya, bahkan sampai akhir hayat ibunya.  Sampai-sampai, timbul suatu kebencian di hati Ica dan saudara2nya terhadap sang papa.

Ternyata semuanya berubah sedikit demi sedikit, kebencian mereka mencair perlahan…berubah menjadi trenyuh dan bangga kepada sang papa…melihat apa yang dilakukan ayahnya setelah kepergian sang mama ke pangkuan Allah.

Setiap pagi, yang pertama dilakukan setelah keluar dari kamar, papa Ica selalu menghampiri foto mama Ica yang terpampang di ruang keluarga.

“Selamat pagi mama, hari ini papa mau makan rendang kesukaan mama nih, bareng Ica. Papa merasa mama menemani kami makan rendang. Mama makan rendang juga ya di surga”

Benar-benar dilakukan setiap papa akan melakukan kegiatan yang biasanya selalu diingatkan mama untuk melakukannya. Banyak hal-hal yang selalu menjadi omongan mama semasa hidup, bahkan menjadi sumber perdebatan mereka, sekarang dilakukan papa penuh cinta. Papa tidak mau menikah lagi sampai akhir hayatnya, “Papa sangat mencintai mamamu, dialah oang yang paling hebat yang pernah papa kenal, papa bangga menjadi bagian dari kehidupannya”

Oh…betapa papa ternyata benar-benar mencintai mama, semua terlihat jelas dari cara papa mengatakannya.

Sang papa selalu mengatakan cinta kepada foto sang mama setiap bangun tidur.

Ica pun bertanya, memang papa benar-benar mencintai mama?

“Iya..amat sangat”

“Kenapa papa tidak katakan itu saat mama masih hidup?…”

“Papa gengsi”

…arrrgghhhhh papa pikir, sudah cukup mengatakan cinta setahun sekali  saat ulang tahun pernikahan saja, papa lupa kalau wanita perlu pernyataan cinta 10x sehari…

Pos ini dipublikasikan di Kisah APIK, Mama, Umum. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perbedaan vs berpisah

  1. bundadontworry berkata:

    duh, sayang sekali ya Devi
    hanya karena komunikasi yg kurang baik, pasangan ini selalu bertengkar dlm perkawinannya.
    cara mereka berkomunikasi yg tdk efektif ini, bisa kita ambil sebagai pelajaran.
    atau ini kah yg dinamakan opposite attract?
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s