Hiks…hiks…

Lagi sedih tenan…punya masalah dengan anak-anakku…
Mereka mulai tidak menepati janji….oh no…
Sepertinya aku kurang memberi contoh nyata kepada mereka,
sering tidak konsekuen…
sering tidak menepati janji juga kali ya….
Hiks…hiks…
Nak, maafkan mama ya nak, belum bisa kasih contoh yang baik buat kalian…
Doakan mama ya nak…
Semoga Allah mengampuni kesalahan mama…
Hari ini mereka memilih konsekuensi menunggu mama di mobil tanpa AC, sampai jam pulang kantor tiba !!!!
(pilihan lainnya lebih kejam, menunggu mama pulang kantor di rumah ber-2 saja)
Astagfirullah…
Ya Allah, ampuni hamba-Mu ini ya Allah,
Sungguh hamba sering lalai menjaga amanah yang Kau titipkan…

Rahma dan Rafif, anak kebanggaan mama,
Mama sedih sekali…
Semoga peristiwa ini bisa menjadikan pelajaran buat kita semua ya nak…
Tahukah kau nak, Mama sungguh tersiksa dengan pilihan ini…
Mama dah 5 kali ngintip kalian dari jendela kantor mama…
Namun tidak lain, mama hanya ingin kebaikan buat kalian…
Pelajaran buat mama juga, lain kali kalo kasih konsekuensi harus yang lebih masuk akal…hiks..hiks…
SEDIH!!!!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

6 Balasan ke Hiks…hiks…

  1. riri berkata:

    anak2 tuh gak bisa diduga yah
    kemaren2 naura memilih konsekuensi nyuci mobil jika mengompol diperjalanan daripada pipis dulu sebelum pergi jauh
    akh…apa yang harus kita lakukan yah?????
    ikutan sedih…hiks2

    • yudhistira31 berkata:

      Riri teman baikku,
      bener banget ya ri…hiks…hiks…kayaknya mesti segera ikutan kelas disiplin dengan kasih sayang…hiks..
      kita ini banyak salah sama mereka, jadi sedih banget nih…kemaren pulang kantor langsung kuajak makan di luar…(jadi mikir, gimana kalo mereka nunggunya di rumah ya? aku langsung lemes kali ya…)

  2. erva berkata:

    Kosekuensi… semoga menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak dikemudian hari. Semoga anak-anak kelak akan mengambil hikmah positif atas tindakan orang tua dimasa sekarang.

  3. rully berkata:

    Konsekuensi memang diperlukan. Namun kadang menjadi sebuah kesalahan ketika konsekuensi ditentukan orangtua secara sembarangan. Kadang konsekuensi atau hukuman (atas sesuatu yang dilakukan anak) itu nggak nyambung dengan kesalahan anak.
    Dan kelalaian itu yang sering saya lakukan. Ketika Fani membuat kesalahan, serta merta saya memberi suatu hukuman sebagai konsekuensi. Tapi terkadang konsekuensinya gak nyambung dengan kesalahannya. hiks hiks….

    • yudhistira31 berkata:

      itulah rul…kadang kita ga berpikir pnjang alias kadang kasih konsekuensi yg ga mungkin banget (ttl berat buat anak), boro2 nyambung dengan tema kesalahan…hehehe…
      Akhirnya jadi mikir lagi ini konsekuensi apa ancaman sebenere?
      Harus buka2 modul Komunikasi anak lagi nih…atau perlu nge-cas lagi..dah ada KPA di Istiqlal 🙂

  4. rully berkata:

    IKuuuuut KPA…. kapan mbak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s