Ke Pasar Bunga Cikini

Sabtu kemaren giliran Rafif outbound ke Ciseeng. Habis nge-drop ke sekolah, rencananya mau lagnsung pulang, tapi karena adek Syafa nangis terus nyari abang kesayangannya itu, jadilah ada acara membujuk. Syafa minta jalan melihat deretan bus-bus pariwisata yang sedang parkir di halaman masjid Istiqlal, sambil terus panggil-panggil “abang…abang…” waduh, ga tega banget!

Terus kami makan bubur ayam di Cikini. Sambil makan, mama inget kalo di sekitar tempat itu ada pasar bunga segar. Pas crita ke kakak, ternyata kakak mau melihat ke sana. Akhirnya kami menuju ke lokasi. sampai di lokasi, hampir saja kami membatalkan kunjungan itu akibat ga tahan sama bau sampah yang berasal dari tempat pembuangan sampah yang ada tepat di sebelah pasar bunga (padahal dah kebayang bau harum, mustinya pasar bunga kan bau harum ya…).

pasar-2 pasar-4 Di sana kami melihat aktivitas yang dilakukan di pasar bunga, Alhamdulillah para penjual bunga di sana sangat ramah. Bahkan beberapa ada yang memberikan bunga anggrek dan seruni. Kami pun bisa melihat cara merangkai bunga dan cara membuat karangan bunga, bahkan Rahma bersabar melihat proses mulai dari memilih bunga yang mau dirangkai, samapi rangkaian bunganya jadi.

Selain itu, ternyata di sana banyak banget bunga-bunga yang teronggok terbuang (ya, kalau sekedar untuk mainan/latihan anak2 merangkai bunga sih masih boleh dibilang bagus, tapi mungkin sudah tidak layak jual). Ada juga sterofoam dan busa warna-warni bekas karangan bunga. Wow, tentu saja kami mengumpulkan untuk dibawa pulang, untuk tambahan bahan membuat prakarya di rumah.

Dapet informasi dan dapet kesempatan untuk belajar wawancara (meski banyakan mam yang nanya-nanya) :

  • Cara merawat bunga dengan mengganti air setiap hari dan diperciki air, lalu ujungnya dipotong miring setiap hari, terus daunnya yang busuk juga dibuang.
  • Bahan apa saja yang diperlukan untuk merangkai bunga segar dan bunga palsu.
  • Berapa harga berbagai macam rangkaian bunga
  • Bagaimana cara membuat karangan bunga

Alhamdulillah, kosa kata ‘Ikebana’ bisa menambah perbendaharaan kata tentang Jepang dengan hadirnya bunga-bunga di rumah, Rahma juga mencoba membuat rangkaian bunga yang sederhana.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Kakak Rahma, Syafa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s