Tanaman itu tidak membantu mama…

Kami baru saja pindah ke kota yang biaya hidupnya jauh lebih tinggi dari tempat tinggal dulu, jadi kami harus menyewa apartemen, tidak membeli rumah. Suatu hari ketika aku mulai mengeluhkan betapa bencinya aku pada tempat ini karena aku rindu memiliki halaman dan kebun sendiri, putraku yang berusia 8 tahun berkata bahwa dia justru menyukainya karena alasan itu.

‘Kok bisa?’ tanyaku.

“Karena sekarang tak ada rumput dan kebun,” dia menjawab, “Ibu jadi lebih sering bersama kami anak-anak”.

(Judul Asli, Tumbuhlah di tempat kau ditanam, Joan Rayford)

 

Jadi inget pernah mendengar cerita serupa dari teman baik saya yang hobby menanam dan merawat tanaman hias. Setiap hari, tentu saja sang mama menyempatkan diri mengurus tanaman-tanaman hias koleksinya. Apalagi di kala libur, kegiatan ini bisa lebih lama lagi. Anak-anak tidak pernah diajak serta untuk urusan tanaman, karena sang mama super bersihan, alias takut kalo anaknya bakal kena kuman.

Setiap kali pula ketika anak-anak main di halaman, sang mama selalu mengingatkan agar jangan sampai tanaman hias koleksinya itu rusak/hancur, tentu saja mengingatkannya dengan lemah lembut. (Teman saya ini orangnya sangat sabar, pendiem dan lemah lembut).

Saat banjir besar melanda Jakarta….rumah mereka terendam sampai sepinggang orang dewasa. Bisa dibayangkan to bagaimana nasib koleksinya itu??? Tidak ada satupun yang terselamatkan. Air-pun mulai surut dan mau tidak mau mereka membersihkan rumah dari sisa-sisa lumpur. Seluruh anggota keluarga terlibat, termasuk sang anak, sang mama tidak punya alasan untuk melarang putri tercintanya beramal membersihkan sesuai kemampuannya. Lagi asyik-asyiknya membersihkan teras…tiba-tiba sang putri berkata “Ma, aku ikhlas lo beramal membantu mama..lihat deh tanaman mama, yang setiap hari mama sayang juga, mereka tidak bisa bantuin mama bersihin lumpur ini”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kisah APIK, Umum. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tanaman itu tidak membantu mama…

  1. apiqquantum berkata:

    bahagia bukan karena situasi di luar,
    bahagia karena yang di dalam selalu memancar,
    menyinari apa yang di luar,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s