Konsekuensi buat ayah

Hari ini

  • ayah masuk mobil jam 06.25
  • Rahma masuk mobil 05.50

Konsekwensi buat ayah, silakan dipilih :

a. menunggu aku upacara selesai

b. mengantar Mama sampai kantor dan Syafa sampai TPA (setelah itu kembali ke sekolah, kalau upacara sudah selesai, ayah menunggu Rahma pelajaran olahraga sampai selesai)

Tulisan yang dibuat Rahma dalam perjalanan ke sekolah. Ya, hari ini ayah terlambat bangun, jadi hari ini Rahma khawatir terlambat Upacara Bendera. Artinya Rahma bakalan mendapat konsekuensi dari bu guru. Setelah didiskusikan, disertai permintaan maaf ayah tentunya, Rahma memberikan pilihan konsekuensi, seperti yang dituliskan di atas. Setelah ditimbang-timbang, ayah memutuskan menerima konsekuensi tersebut (terimakasih ya ayah, we love you). Ekspresi Rahma tidak akan pernah bisa kulupakan mendengar ayah mau menerima konsekuensi yang dibuatnya itu (senang, puas, bahagia,  mungkin lebih karena merasa dihargai pendapatnya), meski dia juga bakalan kena konsekuensi kalo telat, setidaknya dia akan lebih ikhlas menjalaninya.

Diskusi dilanjutkan dengan pemecahan permasalahan. Disepakati kalau ayah harus merubah jadwal setrika menjadi malam hari, sementara Rahma dan Rafif mau meyiapkan baju ganti TPA sendiri terus memasukkan ke  tas TPA. (Biasanya mama yang siapin, namun karena mereka merasa baju pilihan mama tidak pas dengan selera mereka, jadi konsekuensi buat mereka menyiapkan sendiri).

Tiba di sekolah jam 07.20. Entah ada masalah apa, ternyata upacara bendera belum dimulai…Alhamdulillah, Rahma tidak jadi telat, bisa masuk barisan…dan ayahpun terbebas dari konsekuensi.

Alhamdulillah, pagi ini semua tersenyum lega dan tidak ada yang cemberut. Dan ada satu kesepakatan yang harus dilaksanakan tentang kegiatan baru di malam hari. Yang paling gembira dengan kesepakatan ini adalah ‘mama’…otomatis, berkurang satu job mama..

Pelajaran buat kami hari ini adalah :

  1. Komunikasi…komunikasi…komunikasi…membuat suasana adem dan semua pihak juga bahagia…
  2. Ketika konsekuensi bukan hanya berlaku buat anak2 saja,…anak-anak juga diberikan hak membuat konsekuensi buat ortu, betapa luar biasa ekspresi mereka…
  3. Pengakuan ortu saat berbuat kesalahan, anak-anak dengan mudah akan memaafkan….(tidak seperti kami orang dewasa, yang kadang di kala anak sudah minta maaf, masih banyak syarat2 lain yang harus dipenuhi anak, alias maafnya bersyarat!!!…astagfirullah…)

Terimakasih Allah….atas semua hidayah-Mu…terimakasih telah Kau beri kami kesempatan menjaga amanah-Mu yang sungguh luar biasa, yang selalu memberikan kami banyak hal, yang membuat kami terus selalu belajar dan belajar dari mereka dalam menjalani hari-hari indah yang telah Kau anugerahkan.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di ayah, Kakak Rahma. Tandai permalink.

2 Balasan ke Konsekuensi buat ayah

  1. anak jatim.... berkata:

    boleh tau tajuk background music ni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s