Nenek & Kakek, terimakasih atas pernikahannya

Assalamu’alaikum,

Yth. Nenek dan Kakek di Purbalingga

Hallo…apa kabar? semoga sehat.

Tante Ira sehat nggak? Soalnya aku kangen banget sama tante Ira. Kalo gitu tolong bilang ke tante Ira kirim surat untuk aku, tolong dong. Aku pengen ke kebun strawberry sama tante Ira. Kapan mau ke Jakarta? Aku kangen banget sama nenek. Nek kalo kirim surat jangan pakai huruf sambung, aku pingin ketemu sama tulisan nenek yang masih huruf putus-putus. Nenek bisa nggak tulis dengan huruf putus-putus. Kalo bisa aku pingin lihat nenek dulu waktu kecil nakal apa enggak.

Udah ya, aku mau bicara sama kakek dulu ya:

Kakek, kakek pernah bicara kalo mamaku itu nakalnya jagoan dan hebat ya kek. Memang itu tidak boleh ditiru, betul kan kek? Gimana kakek sehat-sehat saja kan? Kakek punya pfto aku yang sekarang apa nggak, kalo udah punya aku nggak usah bawa-bawa foto lagi untuk kakek. Udah ya bicaranya.

Selamat ya nenek dan kakek.

Terimakasih ya hari ini aku sangat senang mengirim surat untuk nenek & kakek.

I love Kakek. I love Nenek.

Trimakasih juga atas kebahagiaannya. Ohya, trimakasih juga ya atas pernikahannya.

Rahma

Hiks…hiks…terharu baca surat Rahma buat papa dan mama di Purbalingga. Ini sudah ketiga kalinya Rahma selalu menyelipkan ucapan terimakasihnya atas pernikahan antara kakek dan nenek, sehingga ada aku, yang menjadi jalan dia ada di dunia ini.

Subhanallah…Rahma..rahma…banyak hal mama harus belajar padamu, pandanganmu tentang pernikahan itu sungguh sebuah persepsi sederhana yang tidak pernah terpikirkan oleh mama. Apalagi terpikir untuk mengucapkan terima kasih atas pernikahan itu.

Yang terjadi justru ada saat-saat tertentu mama menyayangkan sudah terjadi pernikahan itu (kadang terpikir kok mama mau si sama papa, atau kok papa mau sih sama mama). Astagfirullahaladzim….Astagfirullahaladzim….Astagfirullahaladzim…

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Astagfirullahaladzim…ampuni hamba ya Allah, Ya Ghoffur, jangan biarkan hamba mendustai semua nikmat yang telah Engkau anugerahkan ini,  bimbinglah hamba agar tidak pernah lupa mensyukuri nikmat-Mu.

Subhanallah…lagi-lagi anak-anak menularkan persepsi sederhana namun amat  istimewa bagi kita, bahkan kita tidak pernah menyadari bahwa Allah-lah yang menyatukan kedua orangtua kita dalam suatu ikatan pernikahan.

Terimakasih Allah, Terimakasih mama dan papa atas semuanya, terimakasih Rahma, Rafif , Syafa yang selalu membuat mama/ayah belajar dan terus belajar dalam menjalani hari-hari indah karunia Allah…

Tulisan sebelumnya tentang ucapan terimakasih Rahma bisa dilihat di :

Terima kasih nenek dan kakek, sudah merawat mama

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Harmony, Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

2 Balasan ke Nenek & Kakek, terimakasih atas pernikahannya

  1. yoan berkata:

    subhanallah (lagi)…
    anaknya pinter banget ya…
    ngajarinnya gimana tu?

    *pengenpunyaanakjugatapikaloharusnikahdanmenghabiskanwaktudenganpecundangbernamalakilakientarduludeh :mrgreen: *

  2. devi yudhistira berkata:

    Alhamdulillah, terima kasih pujiannya ya tante yoan…
    Rahma sekarang kelas 1 MI, sudah senang menulis sejak TKA, dan ga pernah ada arahan khusus buat menulis, karena kami sendiri tidak menguasai…
    kami hanya memfasilitasi kertas saja mbak..
    hm..sepertinya lagi patah hati ya mbak…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s