Kerja jadi Tukang Kupas Bawang Merah

Musim panen bawang merah tiba, rumah papa-pun disulap menjadi gudang yang penuh karung bawang merah, yang sebagian dijual ke pasar, dan sebagian kecil disisihkan untuk dibuat bibit tanaman. Saat seperti inilah rumah papa juga berubah menjadi ruang kerja bagi para ibu-ibu yang bekerja paruh waktu mengupas (tepatnya mengiris bagian ujung) brambang (bawang merah). Ehm…seperti rumah ajaib..

Saat para pekerja pulang, mereka antri menimbang hasil kerjanya untuk dicatat olehku atau oleh Dian adikku (masih SD), dan biasanya di akhir minggu baru mereka memperoleh upahnya…melihat para ibu pekerja saat itu, saya sangat kagum dan menganggap mereka sangat hebat, karena uang yang mereka dapat sangat banyak (banyak di mata anak kecil seperti saya kala itu, tentu saja jumlah tersebut menjadi tidak banyak jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup para ibu pekerja itu). Hal ini membuat saya juga tidak mau ketinggalan ikut-ikutan menjadi buruh kupas brambang di rumah papa. Tadinya saya hanya menunggu sambil belajar dan menimbang serta mencatat hasil kerja mereka, akhirnya saya ikut-ikutan melakukan hal yang sama dengan harapan dapat uang yang banyak…

Ternyata tidak mudah ya mengupas brambang..pedih..air mata juga keluar terus…hm..semangatku tetap menyala..mama dan papa tentu saja tidak tahu..sayapun tetap mencatat hasil jerih payah mereka dan jerih payah saya tentunya. Sampai hari yang ditunggu-tunggu tiba (menerima upah), barulah papa dan mama terheran-heran pas membayar pekerja satu persatu, tibalah giliran saya.. dan saya sangat bangga membayangkan jumlah uang yang akan saya terima.. ternyata giliran saya dilewati..waduh, terbayang langsung “pasti saya bakal dimarahi nih, jangan-jangan papa malu karna aku ikut kerja”..ya apa boleh buat, saya hanya bisa menunggu. Setelah semua pekerja sudah pada pulang, ternyata papa memanggilku …wow, rasa bangga yang sempat kurasakan sirna seketika berganti dengan rasa takut…ternyata papa nggak marah,  beliau cuman mau memeriksa tanganku apa ada yang terluka karena mengupas atau tidak…seraya bertanya uang yang kudapatkan mau buat apa..

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Harmony, Mama. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kerja jadi Tukang Kupas Bawang Merah

  1. monda berkata:

    akupun dulu pernah ikut2 buluin ayam di rumah, karena ortu pernah piara ayam pedaging, kami dikasih uang yang sama dengan pekerja lain
    uangnya nggak pernah kami minta, ortu hanya menyuruh kami buat catatan masing2, terus kasih laporan jumlahnya berapa pas papa dinas ke Jakarta, uangnya untuk beli buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s