Arsip Kategori: Puisi

Hujan kali ini

rintikmu yang  perlahan, mendinginkan ubun2ku yang penuh uap gemericik bunyimu saat menyentuh atap, memecah kesunyian setiap butirmu yang menggenang, sejenak menyegarkan tanah tandus kenapa kali ini tak kunjung henti ? ubun2ku sudah terlalu dingin, gaduh rasa, tergenang. sakit, biru, tenggelam.

Dipublikasi di Puisi | Tinggalkan komentar

@ kelas kakak

Waktu rasanya begitu cepat berlalu, hari itu mama sungguh terpaku, melihat semua karyamu, yang  terpampang di dinding kelas… Nak, mama sungguh sangat terharu, kau tuliskan tentang keluargamu… Waktu itu, mama hanya bisa mengabadikan via hp, sambil berlalu. Mama takut, kalau … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Anak-anak, Kakak Rahma, Mama, MI Istiqlal, Puisi | 3 Komentar

My Name is Today

Kita malu telah melakukan berbagai kesalahan dan kelalaian, tetapi kejahatan terbesar kita adalah karena menelantarkan anak-anak, mengabaikan mata air kehidupan Banyak hal yang kita perlukan, tapi itu semua bisa menunggu, sedangkan kebutuhan anak-anak tidak Saat ini tulang-tulang mereka sedang tumbuh, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di kata Bijak, Puisi, RA Istiqlal | 2 Komentar

Harmony: Purnama kali ini

Aku sedang merindukan seseorang. Yaaa, seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Hanya saja, aku selalu tak tau, bagaimana cara menyampaikan rinduku yang menggebu ini. Ada saja yang membuat lidahku tercekat. Ada saja yang membuat bibirku kelu. Ada saja yang membuat … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Harmony, Mama, Puisi | 19 Komentar

Agitasi Cercah Batu

Hening, dingin menusuk tulang menuju lembah, percepat langkah, gigil bertambah…. lelah…., peluh bersimbah. Buncah hati ini melihat cercah, terlukis harapan pada pendar merah. tak sabar ingin segera bersandar… tergugu sesaat, tak bisa menunggu lama, lelah makin memuncak, menghantam tubuh tanpa … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi | 3 Komentar

Hujan-Nya

Bagaimana mungkin, tanpamu membuat hujan tak berarti? Bukankah Dia sudah mengatur, bahwa hujan akan turun di tempat tandus ? Lalu, merubah tanah tandus menjadi baik…? Lalu, tumbuhlah tanaman yang bermanfaat…? Tak bersamamu, waktu turun hujan dekatku, belum tentu saat yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Mama, Puisi | 1 Komentar

Cinta

Ah…cinta itu tuli? bisu? bukan hitungan? cinta bisa dilihat, lihatlah sudut hatimu cinta bisa didengar, dengarlah suara hatimu cinta adalah hitungan, hitunglah debar-debar hatimu cinta tak pernah salah, ya benar, karena cinta itu anugerah manusia, dengan digdayanya mudah membela diri, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi | Tinggalkan komentar