Saat harus pulang malam, sudah menjadi kebiasaan pulang naik taksi BB, tentu saja pilihan jatuh ke taksi tersebut dengan pertimbangan dan alasan ‘keamanan’.
Bukan promosi ini loooo, sekedar pengen sharing kejadian yang membuat takjub saja. Biar seimbang lah, jangan sampai saya hanya menuliskan keluhan saja di blog ini….setuju kan?
***
Pas sampe rumah, ternyata uang di dompet tidak ada pecahan yang pas buat bayar taksi. Tarif yang tercantum di argo sebesar Rp. 77.000. Ternyata tidak ada uang kembalian. Nyari-nyari di rumah juga ga dapat uang pas…saat itu kondisi lagi ngantuk berat, pas pak sopir mengusulkan sesuatu, saya jawab ‘iya pak…iya terimakasih’ sambil ngasih duit 100 ribu, saya bilang ‘bawa aja pak’
Langsung deh saya ngacir masuk dan melanjutkan tidur. Gak lama kemudian, ada suara pagar yang diketok-ketok dan suara klakson. Agak-agak sebel saya keluar…eeehhh ternyata itu sopir taksi yang tadi saya tumpangi, ngasih uang kembalian 23 ribu,
‘maaf ya bu, ini kembaliannya’
‘(….bengong…antara sadar dan tidak, masih ngantuk sangat….)’
‘maaf ya bu, tadi saya nuker uang dulu ke warung depan komplek’
‘ ………(tambah bengong)…….’
Pak sopir-pun segera berlalu, pas saya masuk, baru deh ngeh….’loh, tadi kan saya dah bilang kembalinya dibawa aja, kok malah susah payah nuker uang buat kembalian dan mengantarkan lagi ke rumah saya’….
***
Kali lain kami beramai-ramai naik taksi menuju sebuat warung makan. Karena asyik ngobrol, pas turun kami tidak terlalu memperhatikan uang kembalian, langsung aja di masukin ke dompet.
Saat sedang asyik makan dan melanjutkan obrolan, kurang lebih 15 menit kemudian, datang seorang sopir berseragam biru ke arah kami. Ternyata menurut pak sopir tsb, uang kembalian kami kurang 10 ribu. Kami yang nggak ngeh soal uang kembalian jadi bengong saat menerima kekurangan kembalian itu. Kebayang aja, perjuangan pak sopir itu saat mencari kami di tempat makan yang amat sangat ramai. Apalagi pas kami turun tidak tepat di tempat makan, melainkan di jalan seberangnya karena kami menghindari putar balik yang macet.
***
Bagaimana menurut teman-teman…acung jempol kan?


disaat banyak orang main embat dalam mencari harta dan tak peduli apakah itu haknya apa bukan, masih ada orang yang selektif, hati-hati dengan harta yang berada di tangannya. Memastikan itu benar-benar haknya, bukan hak orang lain yang akan menjadi api bahan bakar neraka ketika uang itu tumbuh menjadi daging dalam diri dan keluarganya
Nice sharing
Jemppooooooooolllll banget! Senang sekali, terharu juga. Senang masih ada orang-orang seperti pak supir itu
saluuuuttt utk mereka para supir taxi itu mbak
Jempooooool…
Ya … Ini memang patut diacungi jempol …
Masih banyak ada kok … orang Indonesia yang profesional … amanah …
Semoga hal ini bisa ditiru banyak orang
salam saya Bu
wow…, top markotop, acung jempol bangeeeeet……
dan angkat topi deh….
WOW!
4 jempol buat pak supir, ternyata masih ada yg jujur kaya gitu di dunia ini… salut saya..
waaahhh…luar biasaaa…:)
Jika setiap pulang naik taxi berartoi sebulan minimal 25xRp.77 rb untuk ongkos transport.
Jujur adalah salah satu persyaratan penjual jasa
Salam hangat dari Surabaya