Mainan buatan sendiri

Rumah Barbie dan mesin kasir….!

***

Saya pernah merasa bersalah soal rumah barbie ini. Rahma pengen punya, tapi banyak pertimbangan yang membuat kami urung membelikan mainan itu untuknya.

Kami memutuskan untuk membuat sendiri dari kayu. Meski penyelesaiannya tersendat-sendat, karena banyak aral melintang, namun ayah tetap semangat berjuang untuk mewujudkannya.

Tetap saja finishingnya ga sesuai dengan rencana…karena pada akhirnya, justru Rahma dan Rafif sendiri yang menyelesaikannya dengan cara mereka sendiri…yaitu ‘dicat di seluruh bagian dinding’ heehehe…semua corak yang ada tertutup rapat oleh cat mereka.

Meski rumah itu catnya tak sebagus rumah barbie impiannya, Rahma senang sekali main di rumah mainan yang dilengkapi dengan kran air sebagai hiasan, beberapa jendela yang bisa digunakan mengintip keluar, atap yang hanya satu sisi juga membuat kepala mereka bisa nongol2 ke atas.

Kadang bertanya dalam hati…senangkah mereka? bahagiakah mereka dengan itu? apakah rasa yang dirasakan akan berbeda jika rumah mainan itu adalah rumah barbie impiannya?

Sekarang rumah itu sudah hancur…

***

Mesin kasir mainan juga pernah menjadi favorit Rahma setiap mengunjungi toko mainan. Ceritanya berbeda dengan rumah barbie. Kalo rumah barbie, Rahma sempat mengutarakan keinginannya untuk dibelikan, tapi kalo mesin kasir dia tidak minta sama sekali. Hanya mengamati…mengamati…ketika ditawarkan juga gamau beli.

Sampai di rumah Rahma membuat tiruan berdasarkan imajinasinya sendiri, menggunakan kardus.

***

Rumah barbie dan mesin kasir… 2 mainan itu sempet membuat saya selalu ‘kepikiran’ dan ‘merasa bersalah’ karena tidak membelikan untuk Rahma.

***

Sampe sekarang, hoby Rahma adalah membuat mainan sendiri, seperti apapun hasilnya dia sangat percaya diri. Bahkan pernah menjual mainan buatannya sendiri di sebuah acara peringatan hari bumi di ragunan. Dalam acara itu pula Rahma menjadi narasumber dadakan untuk anak-anak kecil sebayanya, yang tidak bisa mengikuti acara karena hujan deras mengguyur. Jadi anak-anak yang ngeriung itu diajak membuat sandal dari karton.

***

Bahagia sekali melihatnya terus berkreasi dan suka membuat mainan sendiri.

Rupanya, saya sungguh bermasalah dengan diri saya sendiri… saya terus memikirkan, apakah Rahma benar-benar bahagia dengan membuat mainannya sendiri? Anak seusia Rahma, mengendalikan keinginannya sedemikian rupa….?

***

Arrgghhh……

***

‘Aku mau main gajah dulu ya bu’

‘Aku mau main loket tol, bu’

Kalimat yang diucapkan oleh Kinara, sepupu Rahma, sedikit membuka masalah yang ada pada diriku sendiri, mengurangi sedikit demi sedikit rasa bersalahku. Kinara punya banyak sekali mainan, semuanya mainan yang bagus dan keren banget. Nenek mengajak Kinara  membuat mainan gajah-gajahan dan loket tol dari kardus bekas. Ternyata, mainan itulah yang justru selalu dipilihnya untuk bermain, diantara mainan bagus yang sekian banyaknya.

***

Terimakasih ya Kinara…

***

Rahma… mama tidak membelikanmu rumah barbie dan mesin kasir mainan, bukan berarti mama tidak sayang sama Rahma… rumah barbie buatan ayah yang dicat sendiri oleh kalian dan mesin kasir buatanmu sendiri, jauh lebih bagus dari mainan manapun…

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

3 Balasan ke Mainan buatan sendiri

  1. nh18 berkata:

    Mainan kreasi buatan sendiri …
    akan sangat mengasyikkan untuk dimainkan …
    ada passion didalamnya

    salam saya Bu
    salam saya Rahma
    Go Girl

  2. Saya juga buat mesin kasir mainan sendiri. Bahkan saya membuat telepon jaman dulu, mesin minuman dan mesin parutan kelapa. Saya sangat senang membuat mainan itu. Saya juga membuat mobil pemadam kebakaran sendiri

  3. warni berkata:

    caranya bagaimana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s