Meledak…hilang kesabaran…astaghfirullah…

Gara-gara sholat maghrib di ambang batas, Rahma beralasan mengantuk saat adzan Isya mulai terdengar. Masih bisa berusaha bersabar, meski dongkol setengah mati. Kubiarkan Rahma berlalu ke kamarnya, tentu saja setelah dia hanya diam saja ketika diberikan pilihan dengan raut muka yang cembetut..(mungin saya juga cembetut jadi dia berekspresi demikian pula).

Sampai selesai sholat, kulihat Rahma di kamarnya tidak sedang tidur, tapi sedang melipat kertas/origami…oh, my dear…rasa kesal itu kembali menyergap dan benar-benar sudah di ubun2….dan akhirnya meledak! Saya sudah tidak bisa berkomunikasi dengan baik…ngomel yang berkepanjangan, hasil origami-origami itu, berasa mengesalkan di mata saya…merampas paksa hasil karyanya adalah satu hal yg tiba-tiba saya lakukan, sambil masih mengomel terus..masalah pun merembet ke buku-bukunya yg berantakan, kertas-kertas catatan (surat,catatan diary, catatan pelajaran,ulangan harian,hasil karya) yang berceceran tiba-tiba saja terasa seperti masalah yang besar…

Semalam, bagaikan bunyi petasan kala ada orang Betawi mengabarkan kesukacitaannya, namun suara saya terdengar seperti suara petasan yag pasti amat sangat menyebalkan dan membosankan buat Rahma…(dan juga ayah, yg jadi ikutan senewen akibat omelan yang jadi panjang lebar keliling luas merembet ke mana-mana).

Sungguh tidak adil saya bersikap demikian, sungguh suatu tindakan yang amat sangat tidak terpuji, memberikan contoh yang buruk pada Rahma.

Astaghfirullah…piye iki…bahkan sampai tadi pagi saja masih kueselll tenan, malah jadi berbuntut senewen semua deh…

Sekarang, lagi memikirkan bagaimana cara membicarakan masalah ini ke Rahma…

memikirkan bagaimana mengendalikan emosi jiwa yang masih suka meledak-ledak.

Kalau sudah begini, lupa sudah semua cara berkomunikasi yang baik, lupa sudah kalo apa yang saya lakukan adalah contoh nyata buat anak, lupa sudah kalau dengan begini saya tidak menjaga amanah-Nya…hiks..hiks…ampuni saya ya Allah…

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Mama. Tandai permalink.

5 Balasan ke Meledak…hilang kesabaran…astaghfirullah…

  1. Mama Aksa berkata:

    Emosi adalah suatu hal yang amat sangat manusiawi… pertanda bahwa manusia itu masih punya nafsu. Itu juga yang membedakan kita dengan malaikat…..dan itulah yang menyebabkan kita terpilih sebagai khalifahNya. Memang sich harus dikelola dengan baik, kalau terjadi 1 bln sekali sepertinya msh wajar….dan yg penting jangan terlalu lama, beri waktu cuma 5 menit misalnya, setelah itu tatap mata anak kita…minta ma’af dan peluk dia.anak2 itu jiwanya bersih dan pema’af dijamin dia langsung tersenyum dan melupakan masalah itu……Ih sepertinya M’devi lebih ahli dech…..

  2. Dewi berkata:

    waaaaaaa…………….

    aku jadi pengen nagis niy…

    sebulan sekali masih wajar? gimana kalo tiap hari? gimana kalo lebih dari 5 menit?

    aku benar2 bukan ibu yang baik….hiks…

  3. riri berkata:

    wah…dev..
    aku baru tadi malem kejadiannya…nyeuselll banget kenapa kalo emosi semua teori lupa ya????…yang bikin aku menyesal banget sang adik – naura komentar plus tatapannya yang bingung ngeliat mamanya jadi MENYERAMKAN …

    akhirnya aku minta kerjasama mereka untuk mengingatkan mama yang sering khilaf.

    • devi yudhistira berkata:

      mama Riri???bisa marah? wah..ga percaya deh, pasti marahnya ga seseram aku..ayah Yudi aja sampe ngacir ke mobil n setel radio gara-gara puyeng denger aku ngomel-ngomel.
      nyesel sih nyesel ri..cuman ya itu..dah terlanjur masuk ke otak anak…bahkan Syafa sekarang kalo aku lagi mengingatkan kakak/abang, dia ikutan galak gitu ke kakaknya..
      wah…gimana kalo dah gini….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s