Hari ini surprise bagi saya bisa melihat ibu Nibras kembali di sekolah. Alhamdulillah, bisa berjumpa beliau dan dapet kesempatan berbincang-bincang kurang lebih 5 menit.
Subhanallah, dalam kondisi susah berbicara, beliau masih semangat mengajak saya sharing tentang anak-anak. Entah kenapa, setiap saya berbicara, tak kuasa menahan airmata untuk tidak menetes…
Pertanyaan yang sangat simple namun agak susah menjawabnya…
‘bagaimana kesan anak-anak sekolah di sini’
Alhamdulillah bu, mereka senang,mereka jadi guru buat kami di rumah. Saya juga ikut sekolah di sini bu.
‘kelas berapa ya?’
di MI kelas 1 di RA ada di Kelompok A
’semua anak-anak sini, anak-anak saya juga, guru-guru juga anak saya,ibu juga anak saya”
iya bu, entah bagaimana saya harus berterimakasih pada ibu, entah bagaimana saya jika tidak bertemu ibu…
’semua karena Allah kita bertemu, saya mau masuk surga, ingin didoakan anak-anak’
Amien bu..semoga Allah selalu memberi yang terbaik buat Ibu
‘amien..terimakasih’
Ibu, anak-anak sering menulis dan menggambar tentang ibu
‘Alhamdulillah, kontak batin dengan saya…(sambil tersenyum). Apa itu? Mana..mana?’
Tentang bagaimana ibu harus berjuang, bagaimana ibu kalo lagi sakit, tentang doa untuk ibu. Kalau Ibu mau, Insya Allah nanti kami kumpulkan buat ibu, jadi sebuah buku
‘Iya..iya..saya mau..terimakasih. saya mau pulang dulu’
teringat pertemuan dengan beliau 4 tahun yang lalu, kami hanya sempat mendengarkan apa yang beliau utarakan, pendapat beliau tentang pendidikan anak-anak, tentang tujuan utama mendidik anak…pertemuan (dalam forum rapat) yang bisa dihitung dengan satu tangan (tidak lebih dari 5 kali)..pertemuan-pertemuan selanjutnya kondisi beliau sudah berbeda, sejak sakit, beliau jadi susah berbicara, masih bisa dipahami jika kita berada dalam jarak yang sangat dekat. Namun apa yang beliau utarakan dalam pertemuan yang beberapa kali itu, mampu membuat kami tersadarkan dari mimpi-mimpi buruk kami..menumbuhkan semangat baru bagi kami, memberikan warna baru yang jauh lebih indah bagi kehidupan kami….semangat beliau membuat kami malu…rasa malu itu membuat kami lebih bersemangat lagi menata cara kami mengasuh amanah yang dititipkan pada kami…terima kasih Allah, sudah memberikan kesehatan buat ibu kami semua…
Alhamdulillah, terima kasih Allah, Engkau tahu apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Mu…



