Oleh: yudhistira31 | Juli 14, 2008

Sabar…sabar…liburan membuat senewen…

Kenapa ya setiap anak-anak pulang dari liburan ‘tanduk dikepala saya’ selalu muncul, biarpun kangennya segunung, tidak menghalangi tanduk itu keluar…sedih banget deh…akhirnya ancaman-lah yang sering banyak keluar dari mulut ini…astagfirullah, maafkan saya ya Allah…

“Mama katanya kangen sama anak-anak…kok jadi senewen gini setelah mereka pulang” komentar ayah Yudi.

Makanan yang terhidang di meja makan selalu saja ‘ditawar’ oleh Rahma dan Rafif, dan yang terjadi adalah menyerahkan sepenuhnya pada mereka, terserah mau ngabisin apa enggak, yang jelas saya tidak mau menuruti apa yang mereka inginkan…(tentu saja nada terserah-nya lebih terkesan ‘ancaman’ bagi mereka)

Belum lagi pengennya nonton TV….kalo yang ini saya masih bisa tegas mengatakan tidak dengan komunikasi yang benar…

Terus, acara mandi, makan, tidur siang….terabaikan begitu saja dan selalu ada alasan untuk menunda…(masih untung mereka tidak bisa menunda panggilan adzan…kalo iya, jangan2 saya tanduknya nambah banyak lagi deh). Walah, sepertinya saya bener2 sedang diuji…

Entah kenapa Rafif suka sekali berteriak nggak jelas setiap keinginnannya tidak terpenuhi, gampang ngambek…satu lagi yang tidak bisa ditolerir…suka main fisik dengan Rahma, demikian juga Rahma juga suka main fisik dengan adiknya…olala…acara berebut mainanpun berakhir dengan fisik…banyak banget PR buat kami…

Saya pikir karena setiap liburan selalu begini, kami bakal lebih berpengalaman mengalami hal ini, ternyata tetep saja, wah, gimana caranya kalo begini…sedih banget deh….

Konsekuensi liburan yang harus kami hadapi…semoga dengan aktifitas sekolah, semuanya bisa seperti semula, bahkan mudah-mudahan bisa lebih baik lagi…amien.


Tanggapan

  1. wah, emang susah ya, mengarahkan anak ke kebaikan, menurut teori paud sih (kalo gak salah nih)
    7 contoh kebaikan yg kita ajarkan kepada anak, dapat dikalahkan dengan 1 contoh keburukan yg dilihat anak (itu cm mereka lihat aja, gmn kalo kita ajarkan anak keburukan….. ) !@#$%^&*

  2. idem bu, walupun sudah ikut pelatihan komunikasi, banyak baca tentang anak, tetep aja … ah… teori !

  3. Sama Mbak, tandukku juga kayaknya tambah panjang aja tiap hari nih. Mana Rafif-ku liburnya 2,5 bulan…pusiiing deh. Sadar banget kalo 12 gaya populer berkomunikasi dg anak itu harus ditinggalkan, tapi prakteknya…??ancaman jadi shortcut yg terasa paling mudah …astaghfirullah


Beri tanggapan

Your response:

Kategori