Sebuah kalimat yang membuat saya terkesan, namun seperti biasa saya lupa (penyakit lupa) dan tidak hapal kalimat sebenarnya, namun makna yang saya tangkap dari kalimat tersebut kurang lebih begini :
Kita tidak tahu apa yang dibutuhkan pada masa yang akan datang, oleh karena itu jangan paksa seseorang mempelajari sesuatu, namun bantulah seseorang itu untuk selalu mau belajar sehingga mereka akan selalu tertarik untuk mempelajari apa saja, kapanpun itu….dimanapun itu…insya Allah mereka akan selalu menyesuaikan dengan segala macam perubahan.




dengan kata lain, kita bukan hanya memerlukan suatu pengetahuan, tapi kita juga memerlukan kemampuan untuk (mau) belajar…
)
Bagi yang punya anak, kita perlu menanamkan kemampuan dan kemauan untuk selalu belajar, sehingga dia tumbuh menjadi anak yang rendah hati dan tidak sombong, selalu menghargai pendapat orang lain, mau mendengarkan, dan mau mengakui kesalahan. karena dengan kemampuan dan kemauan untuk belajar, seseorang akan memahami bahwa dirinya bukanlah yang “ter..”..
Jadilah seorang pembelajar…
(Chayo for myself
Trims mbak atas pencerahannya….
NB: gimana caranya menanamkan kemauan belajar itu pada anak kita Mbak? piye carane, sing applicable itu gt lhooo…
Oleh: Rully on Juli 10, 2008
at 4:03 pm
Hehe..mbak devi juga ngidap penyakit lupa toh? sama dech
Betul tuh kata Rully tentang kita yang harus menjadi pembelajar. Sebenarnya yang praktis adalah dengan memberikan contoh kepada anak-anak kita tapi ya itu karena terkadang kita sendiri sebagai orangtua malah berada di luar kriteria rendah hati, tidak sombong, selalu mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain dll jadinya proses pembelajaran itu tidak menghasilkan seperti yang kita harapkan. After all, tetep semangat untuk belajar dan memberikan yang terbaik buat buah hati kita ;p
Oleh: bundagaluh on Juli 10, 2008
at 7:24 pm