Sabtu, 17 Desember 2011 yang lalu, kami sekeluarga berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan.
Hari itu, kami mencoba untuk membuat aturan soal uang. Masing-masing anak dibekali uang Rp. 30.000 yang bisa digunakan terserah mereka. Boleh buat mainan, makanan, souvenir dll. Di ransel masing-masing sudah tersedia roti tawar, roti dan air minum yang dibawa dari rumah.
Awalnya mikir-mikir, mau ngasih limit berapa ke tiap anak, namanya juga baru pernah. Jadi kami kasih Rp. 30.000 saja, sedikit khawatir sih, takut kurang….(tega bener saya yaaaakkk)
Yang terjadi justru di luar perkiraan. Ternyata, mereka bener-bener membelanjakannya dengan penuh pertimbangan.
Mau beli minum saja mikir-mikir dan ribut nanya harganya berapa…lalu memilih minuman sehat yang paling murah. Dan bekal makanan juga dimakan dengan sukacita. Beda banget sama kalau mereka ga dibekalin uang. Apa-apa maen minta aja tanpa melihat harga, bahkan makanan yang sudah disiapkan dari rumah, kadang disentuh aja enggak.
Syafa
Sekitar 15 menit kami berjalan, Syafa sudah tak tahan ingin sekali beli ‘topi cantik’ seharga Rp. 15.000. Keukeuh banget mau beli, padahal kakak dan abang sudah memperingatkan perihal sisa uangnya….tapi Syafa cuek. 9000 rupiah untuk main di arena bermain anak. Sisanya 6000 buat beli pop-mie.
Rafif
Di dekat pintu masuk, ada penyewaan sepeda, jadi selama jalan-jalan, si abang sangat hati-hati membelanjakan uangnya, soalnya mau dipake buat sewa sepeda. Pada akhirnya, justru uang Rafif-lah yang sisanya paling banyak. Rupanya si abang tukang makan hari itu ga tertarik beli makanan soalnya pengen sepeda-an. ‘Aku kenyang makan roti tawar bekal’
Rahma
Pas jalan-jalan kakinya lecet kena sepatu. Rahma memutuskan untuk beli sendal jepit, harganya Rp. 25.000, jadi sisa uangnya tinggal 5000. (Hiks, sebenernya saya sudah nggak tega bener, mulut ini pengen sekali bilang ‘pake uang mama’, tapi melihat Rahma mencoba konsisten, saya jadi malu). Uang sisanya buat beli pop mie 5000, kekurangannya ditraktir oleh Rafif. Terharu sekali melihat proses nego antara mereka berdua…Subhanallah, sudah semakin besar anak-anakku…
***
Hari itu, kami sama-sama belajar banyak hal. Anak-anak belajar mengatur sendiri uang yang mereka punya, di sisi lain…saya tak perlu khawatir bakalan ada pengeluaran yang super ekstra. Kalaupun ada yang diluar budget, pasti itu untuk sesuatu yang kami anggap benar-benar penting, hari itu kami mentraktir anak-anak air mineral dan teh manis
yang lebih menakjubkan lagi, kami juga jadi mikir-mikir kalau mau jajan soalnya kudu kasih contoh juga ke anak-anak. Pulangnya kami mampir untuk makan siang bersama di Ayam Lepas, di Dekat Kolam Renang Bojana Tirta, Rawamangun.