Sedih banget melihat anak-anak SMP yang berseragam baru dengan rambut dikuncir banyak dan pita warna-warni menghiasnya…wah, ternyata masa orientasi sekolah telah tiba.
Masa Orientasi yang seharusnya menjadi ajang buat mengenal sekolah yang akan mereka jadikan tempat belajar selama 3 tahun, mengenal bapak ibu guru, mengenal kakak kelas, mengenal lingkungan sekolah ternyata masih diwarnai acara dikerjain kakak kelas. Masih perlu nggak sih acara seperti itu? (ngerjain adik kelas?)
Apa sebenarnya manfaat dari acara tersebut, selain rasa ’seru’ bisa ngerjain adik kelas? rasa-rasanya kok tidak adil mengingat kondisi perekonomian yang semakin terpuruk, tidak terpikirkan bahwa semua peralatan dan pernak-pernik yang harus dibawa adik kelas itu sifatnya mubazir, dan untuk melengkapi semua tentu saja memerlukan uang yang lumayan jumlahnya (setelah pengeluaran ortu buat bayar uang masuk sekolah, seragam,buku, pasti terasa). Banyak ortu yang untuk mempersiapkan uang masuk sekolah harus benar2 membanting tulang, hutang sana-sini…
Hal ini jika tidak dihentikan akan menjadi acara turun temurun yang seolah-olah wajib ada setiap tahun baru sekolah. Bagaimana agar acara orientasi sekolah tidak diwarnai dengan hal semacam itu? Sebenarnya PR bagi pihak sekolah atau PR bagi orangtua? Mungkin pihak sekolah yang lebih tepat untuk bisa memberikan masukan kepada para siswa senior untuk tidak memberikan tugas yang mengharuskan siswa baru harus mengeluarkan biaya lagi buat sesuatu yang mubazir…