DIY: hiasan dari cd bekas

image

Lihat cd bekas di kantor kok berasa sayang banget kalo dibuang begitu saja. Akhirnya saya pungutin lagi dari tempat sampah di ruangan. Untungnya ini bukan hal yg mengherankan bagi temen di ruangan…karena saya inih sudah terkenal suka banget ngumpulin barang bekas yg ada di kantor.

Para OB bahkan rutin nyetor tutup galon air mineral ke saya…terus kalau ada kardus, sterofoam, busa pasti bakalan bilang dulu ke saya sebelum dibuang….

Kadang barang2 itu saya bawa ke sekolahan RA Istiqlal yang sudah mengenalkan saya ke pemanfaatan barang bekas buat bahan belajar anak2. Para ortu memang sering diminta untuk membawa barang bekas ke sekolah, nantinya bakal dimanfaatin buat kegiatan anak-anak di sentra seni.

Walaaahh….kok malah cerita panjang soal jiwa kepemulungan saya…..*maksudnya kalo mau kirim barang2 yg ga kepake boleh ke saya yak*

Balik ke cd bekas….. Berbekal browsing di internet,ahirnya terciptalah karya sederhana yang dibuat oleh si adek yg masih TK-B dengan bantuan sayah tentunya.

Ini idenya dari adek…hasil mengabungkan bbrp ide dari internet. Alhamdulillah adek betah langsung menyelesaikannya…lumayan lama loh, fokus sampe hampir 2 jam kepotong makan siang. Terus dipasangin magnet di belakangnya….jadilah hiasan ini menghiasi kulkas kami.

Bahannya :

~cd bekas

~manik aneka warna dan aneka bentuk

~tali kor

~lem tembak beserta isinya

~magnet

Tinggal tempel2 aja deh ke cd~nya.

Bagaimana? Gampang kan?

Hayuk monggo dicoba bareng si kecil ;)

Terkait :

Ditulis pada prakarya, RA Istiqlal, Syafa | 10 Komentar

Aktualisasi Emak-emak di Era Digital :Pede aja lagiihh!

Begitu cepat waktu berlalu yak….

Sudah 2013….tanpa terasa, sudah 5 tahun lebih punya blog *masih yang gratisan*.

Pede aja lagiihh!

Ga pernah kebayang bikin tulisan sendiri, karena awalnya blog saya  bener-bener dijadiin tempat nyimpen artikel seputar pengasuhan anak-anak, tips, dan info-info apa saja yang ada hubungannya sama kegiatan anak-anak, termasuk buat nyimpen hasil karya anak-anak.

Mulai bikin sendiri, itu juga ngikutin tutorial yang ada di internet, sudah ada berapa blog hasil ujicoba saya pas awal-awal dulu, mulai dari blogspot, multiply, wordpress…semua pernah dicobain….

Waktu kakak masih di Kelompok Bermain, kakak rajin bikin tulisan, rasanya kok sayang banget kalau tulisannya ga diabadikan. Tulisannya lucu-lucu, kadang aneh, bikin terharu, bikin ketawa atau malah bikin bingung karena suka ga nyambung :) *kalo penasaran pengen ngintip, langsung aja ke blog kakak pas masih kecil ya*

Lalu…sempet nge-heng beberapa saat, ga pernah update, terus terserang virus malas, sampai akhirnya lupa passwordnya *hiikksss, parah banget ya saya* dan akhirnya kakak minta dibuatin blog baru.

Dulu saya ga pernah yang namanya blog walking. Hingga akhirnya mulai berdatangan komen-komen di blog saya, lama-lama saya malah keasyikan BW. Sejak rajin BW, saya dapet banyak teman baru dan membuat urat tidak pede saya jadi putus, saya mulai mencoba membuat tulisan sendiri, dengan berbagai topik *yang tentu saja kadang dapet ide dari BW juga lah*. Mulailah saya belajar menulis, sampai sekarang. Yaaaa…sudah lumayanan lah menurut saya *lumayan pede maksudnya, ga peduli mau dibilang bagus apa kagag, namanya juga belajaran*

Dari sekedar buat arsip, kegiatan nge-blog akhirnya menjadi sesuatu yang nagih. Selain nambah banyak temen, juga bikin mata jadi melek akan banyak hal, tanpa disadari tiap blogger punya keunikan sendiri-sendiri, ada yang suka nulis soal masak, jalan-jalan, jajan, kesehatan, lomba, prakarya dan masih banyak hal lainnya.

Saya mulai berani ikutan kompetisi blog, dan ajang sejenis yang diadakan sama sesama blogger, meski belum pernah dapet hadiah spektakuler, tapi buat saya ya itu sebuah prestasi yang membuat saya makin jatuh cinta sama nulis. Anak-anak juga ikut-ikutan semangat menulis, abang dan adek juga ga mau kalah sama kakak, minta dibuatin blog, bahkan kadang juga ikutan lomba blog. Senang rasanya kalau mereka mau belajar menuliskan pengalaman dengan bahasa mereka sendiri di blog masing-masing. Meski untuk itu, mereka harus rebutan laptop dan komputer.

Akhirnya bergabung ke Kumpulan Emak Blogger

Dulu saya malu kalau mau ikutan yang namanya kopdar dengan teman-teman blogger. Tapi bertemu mereka ternyata sungguh menyenangkan. Rasanya aura positif selalu muncul saat kopdar, rasanya ga ada kesenjanngan, mau orang penting kek, mau pejabat atau mau orang super kaya sekalipun, semua sama saat kopdar…semuanya adalah “blogger” dan ga pake embel-embel. Selagi waktunya memungkinkan, pengennya ya bisa dateng kopdar *anggap aja me time*

Lalu saya pun diajak oleh beberapa rekan blogger bergabung di beberapa komunitas blogger, salah satunya Kumpulan Emak Blogger (KEB). Di sini anggotanya perempuan semua ;)

Ada yang lucu deh dengan KEB ini. Saya sering sekali melihat web-nya KEB, juga sering liat beberapa temen yang upload tulisan ke grup KEB di FB, dan saya pun merasa sudah mendaftar sebagai salah satu anggotanya, ternyata saya salah sangka saudara-saudara….pas saya lihat lagi, saya belum masuk ke anggotanya…hihihi…akhirnya saya daftar beneran deh *dulu merasa sudah mendaftar ternyata ga daftar beneran, baru mau akan, tapi ingetnya sudah daftar, faktor U kaliiii yaaa, pelupa*

Penobatan Srikandi Blogger 2013 : Amazing dan Inspiratif

Bulan April lalu, KEB baru saja menyelenggarakan pemilihan Acer Srikandi Blogger 2013 untuk para blogger perempuan yang aktif, eksis, dan berprestasi, tidak hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata. Tadinya pengen ikutan, tapiiii…lagi ada kerjaan yang kudu diselesaikan *jiiaaahh…ngeleess*

Di ajang tersebut, para blogger mengikuti beberapa proses seleksi yang mengharuskan mereka menyelesaikan tugas demi tugas *yang ga gampang* agar bisa terus melaju dan masuk ke babak selanjutnya. Akhirnya kepilih deh 10 finalis Srikandi Blogger 2013. Beberapa diantaranya saya sudah kenal di dunia maya, cuma baru pernah kopdar sama satu finalis dari Bandung saja ;)

Ahhh, pas lihat liputannya di web KEB tentang malam penobatan Srikandi Blogger 2013 , tiba-tiba aja ikutan terharu. Iya lah, ikutan bangga dong sama emak-emak yang berhasil masuk jadi finalis.

Keren banget deh!

Dengan ajang ini para emak berhasil membuktikan bahwa ‘blogger’ itu bukan profesi yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka berhasil membuktikan bahwa mereka mampu menulis, tapi gak asal nulis! Mereka berhasil membuktikan bahwa mereka mampu menulis sesuatu yang kerkualitas!

Tentu saja, kalau buat saya pribadi ya very amazing dan inspiratif.

Bayangin aja, emak-emak kan identik karakternya tuh cerewet, suka heboh, suka ngerumpi, suka lebay…*jangan tersungging yak, piiisss sesama emak nih kite* Tapi, kalau disalurkan ke hal positif, juga bisa ‘ very amazing‘ coba aja tuh diliat, blog para emak-emak kan juga banyak curcolnya….curcol sembarang hal, dan kadang justru dari blog juga para emak bisa dapat masukan-masukan yang oke dari komen teman-teman sesama blogger.

Inspiratif…bermula dari menulis hal-hal yang sederhana, ada yang nulis hoby nonton film Korea, suka masak ini itu, atau bahkan cerita sehari-hari macam diary tumbuh kembang anak…para emak berani memulai debut sebagai seorang blogger, hingga akhirnya para emak makin piawai menulis. Dan hebatnya lagiiii, semua tugas dibabat habis sama emak-emak yang oke ini…..emak-emak yang masuk finalis Srikandi Blogger 2013 ini sepertinya juga sering menang di berbagai kompetisi blog. Keren ya? Dari 150 emak yang ikutan, dipilih jadi 50 terbaik…terus dikerucutkan lagi jadi 10 deh.

Foto dipinjem dari web KEB

Acung jempol deh buat para Srikandi Blogger yang keren-keren, sudah berhasil menunjukkan bahwa di era digital ini, aktualisasi diri  melalui blog adalah ‘sesuatu banget’. Sayang saya gabisa dateng di acara penobatan yang disponsori oleh Wardah, Acer dan Rinso  itu…jadi gabisa lihat langsung penampilan emak-emak yang disulap bak Putri Indonesia :) Tapi cukup puas lah bisa melihat di foto saja…

Ini dia pemenangnya, hadiahnya juga keren-keren yaaaakkk :

  • Srikandi Blogger : Alaika Abdullah. Mendapatkan 1 unit Acer Aspire V5-471PG (touchscreen notebook), paket Rinso (2 dus) & Paket Wardah, serta mewakili KEB di Asean Blogger di Solo.
  • Srikandi Favorit : Anazkia. Mendapatkan 1 unit Acer Aspire E1-471. paket rinso (2 dus) & wardah
  • Srikandi Blogger Persahabatan : Myra Anastasia. Mendapatkan 1 unit Acer Aspire E1-471. paket rinso (2 dus) & wardah
  • Blogger Inspiratif : Haya Aliya Zaki. Mendapatkan TV, paket rinso & wardah
  • Blogger Lifetime Achievement : Yati Rachmat. Mendapatkan TV, paket rinso & wardah.

Beneran, ikutan bangga punya teman hebat macam mereka!

Bangga juga dengan debut  emak-emak KEB yang mau mengadakan acara yang keren habis ini, semoga bisa terus menginspirasi para emak-emak dan ajang berbagi buat para emak-emak di seluruh dunia, baik blogger maupun bukan. Semoga kerja keras kalian membawa manfaat dan menjadi wadah aktualisasi bagi emak-emak di seluruh dunia.

Emak-emak jadi blogger? Kenapa tidak?

Hayuk emak-emak sekalian, di era digital sekarang ini,  saatnya menuangkan ‘kecerewetan’ menjadi sesuatu yang positif, ga perlu takut, pede aja lagiihh….

Jadi blogger yuk!

Kali aja kita bisa jadi next Srikandi Blogger ;)

Ditulis pada blogging | 3 Komentar

Hujan kali ini

image

rintikmu yang  perlahan, mendinginkan ubun2ku yang penuh uap

gemericik bunyimu saat menyentuh atap, memecah kesunyian

setiap butirmu yang menggenang, sejenak menyegarkan tanah tandus

kenapa kali ini tak kunjung henti ?

ubun2ku sudah terlalu dingin,

gaduh rasa,

tergenang.

sakit, biru, tenggelam.

Ditulis pada Puisi | Tinggalkan Komentar

Lupa kalau semua berproses bersama waktu

Seluruh isi alam semesta berproses bersama waktu. Dari tak ada menjadi ada. Dari benih menjadi pohon. Buah tak bisa langsung dipetik tanpa orang menanam biji dan merawatnya terlebih dahulu. Begitu pula saat kita ingin menjadi sesuatu, entah sebagai pemimpin corporate besar, pengusaha sukses, penulis yang karya-karnya menginspirasi banyak orang, tak bisa dilakukan dengan instan. Harus berproses bersama waktu. (Berproses bersama waktu, dari blog mbak Evi Indrawanto)….

Rangkaian kalimat yang cukup membuat terpaku.

Sebenernya siiihhh, sudah berkali-kali baca dan dengar kalimat serupa, tapi entah mengapa, saat membaca tulisan singkat ‘Berproses Bersama Waktu”  yang ditulis oleh Mbak Evi Indrawanto, kok jadi ngerasa gimanaaaa gitu…. *hela napas lumayan panjang*

Banyak juga orang yang bilang…”kau boleh  bicara tentang satu hal, tapi bisa jadi, itu hanya akan masuk dari kuping kiri keluar dari kuping kanan saja, mungkin waktu kau menyampaikan tidak tepat, mungkin juga perasaan lawan bicaramu sedang ga pas, tapi itu bukan alasan untuk  menggagalkan kau berbagi tentang satu hal bukan? Satu saat nanti, atas ijin Allah, akan ada orang yang mau mendengar dan meresapi apa yang kau bagikan itu dan menjadi satu hal yang bermanfaat”

Mungkin inilah yang terjadi pada saya….

Berbagai sisi saya (sisi keibuan, sisi kekakakan) langsung kesenggol, eeeehh, bukan kesenggol, ketonjok lebih tepat sepertinya!

Apa pasal?

Sering banget saya terlupa bahwa segala sesuatu itu berproses bersama waktu. Sering banget menuntut semua hal buat cepet-cepet, pengen semua orang bisa membuat sebuah lompatan, tapi terlupa bahwa untuk bisa melompat lebih tinggi tentu saja harus belajar, belajar itu sebuah proses, dan proses itu butuh yang namanya waktu!

Huuuffffhhhhh……

Jadi keingetan, tiap hari suka ngomel2 gara-gara si kecil mandinya lamaaaa, makannya juga lamaaa, pake bajunya juga lamaaaa, masukin bekal sekolah ke tas juga lamaaaa, dan pada akhirnya, saya lebih sering menyerah…saya mandiin, saya suapin,saya pakein baju, saya siapkan semua barangnya ke dalam tas mungilnya itu. *si mamah piye iki*

Belom lagi kalau liat kamar anak-anak berantakan, suka ga sabar liat mereka ngerapiin kamarnya lluuuaaammaaa banget! Padahal nih yaaa, kalau diinget-inget, mereka jauh lebih manis  dan lebih rajin kalau dibandingin sama saya pas seumuran mereka, beneran!!! *makin merasa bersalah*

Saya juga suka keseeeellll banget,  kalau nasehatin adek saya, bolak-balik dibilangin teteeepp ajah, kek ga didengerin…jadinya, sayanya malah makin senewen. Tapi ya, kalau dipikir-pikir, saya sekarang bisa nasehatin dia juga karena saya sudah lebih dulu melewati banyak hal, karena makin tua makin banyak sel-sel otak yang terbuka karena disadarkan oleh perjalanan hidup. Dan perjalanan hidup itu juga melintasi waktu bukan. Yeeaaah, beda usia kami aja 12 tahun. Meski saya nyadar, bahwa dia harus banyak belajar dari kejadian2 yang dialaminya, sebagai kakak tetap saya bakalan nasehatin yang baik-baik.

*doakan saya ya…biar ga lupa juga kalau semua itu berproses bersama waktu

Tulisan ini diikutsertakan First Give Away : Jurnal Evi Indrawanto

Ditulis pada inspirasi, Mama | 8 Komentar

Penyakit Awal Bulan

ATM (bahasa Indonesia: Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris: Automated Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang “teller” manusia (from wikipedia)

Pagi-pagi mendadak pengen ngebahas ATM…gara-gara tadi pagi liat orang lagi bete banget di depan mesin ATM, jadi keingetan punya draft cerita soal ATM.

Di lobby kantor ada 3 mesin ATM dari 2 bank yang berbeda. 2 ATM tunai, dan 1 ATM Non tunai.

Bukan manusia aja yang bisa sakit, ternyata ATM yang notabene merupakan sebuah mesin yang bisa menggantikan tugas seorang teller juga bisa terserang sakit.

Ciri-ciri sakitnya ATM kek gini nih…

Keyboardnya susah dipencet, kek ngeheng gitu…, tapi begitu ditekan ulang….eeehhh angka yg keluar dobel-dobel gitu jadinya dan kadang ke-enter sendiri…wuidiihhh…

Dibilang kudu ganti PIN demi keamanan, terus pas ganti pake PIN baru, suruh masukin ulang…eeeehhh dibilang salah! diulang kek gitu lagi dari awal, tetep aja masih dibilang salah….gubrak deh.

Di layar tiba-tiba ada tulisan kalau jaringan sedang oplen… :(

Bayar tagihan, ternyata kertas struk-nya habis…jadi kagag ada bukti kalau sudah bayar ini-itu.

Pas ambil duit, saldonya sudah berkurang, tapiiiii duitnya kagag keluar…(keknya belum pernah kejadian ya…duitnya keluar, tapi saldonya kagag berkurang…*kl ini ga bakalan protes kita yak*)

Pasti teman-teman pernah mengalami salah satu kejadian di atas.

Lalu, kalau manusia bisa mengalami sakit kambuhan, apa ATM juga bisa mengalami sakit kambuhan?

Jawabannya adalah :”BISA” *yakin banget saya yaaaakkkk*

Entahlah, apa sebab yang sebenarnya bisa bikin kek gitu.

Yang jelas, mesin ATM di kantor saya tuh ya, tiap tanggal muda selalu error! Kartunya bisa masuk, tapi tar keluar sendiri padahal belum transaksi apa-apa.

Apa kebetulan aja kali ya, ketauan pas tanggal muda, karena pada tanggal muda biasanya para pegawai rajin cek saldo di awal bulan, makanya kalau ATM-nya sakit jadi langsung ketahuan dan banyak pula yang mengetahuinya.

Lucunya, kenapa cuma ATM yang ada di kantor saya yak? Pas dicoba di ATM di tempat lain kok aman-aman sajah….transaksi ambil saldo lancar jaya….hehehe…

Kalau di kantor teman-teman ada ATM-nya, apa terserang sakit kambuhan juga?

;)

Ditulis pada iseng | 3 Komentar

DIY Simple Gift : Gantungan Kunci dan Jepit

Ini adalah gantungan kunci dan bros yang dibuat kakak. Adek minta dibuatin untuk hadiah teman baiknya di sekolah.

Keren kan?

Membuatnya juga mudah, karena ini tanpa jahitan. Kakak lagi males ngejahit, jadi bener-bener cuman ngandelin lem doang.

Tinggal bikin pola, gunting2, dan tempel deh pake lem uhu ;)

Ditulis pada Anak-anak, Ide Ultah, Kakak Rahma, prakarya, Syafa | 3 Komentar

Mlipit

Pernah mendengar kata ‘mlipit’?

Mlipit ini adalah kosa kata bahasa Jawa. Hm…Jawa bagian mana saya sendiri kurang tahu tepatnya.

Beberapa teman dari Jawa Barat menjawab tidak tahu artinya ;)

Beberapa teman dari Jawa Timur juga nggak pernah denger katanya ;)

Kalau teman dari Jawa Tengah, ada yang menjawab tahu artinya, ada juga yang baru pernah denger juga  ;)

Bikin saya bingung, sebenernya dari mana tuh kosa kata itu berasal…

“Alhamdulillah, anakku pinter…le setrika klambi mlipit tenan”

Kurang lebih, mlipit bisa diartikan sebagai = rapi, halus, licin .

Setelah saya inget2, penggunaan kata ‘mlipit’ lebih cenderung digunakan untuk “hasil setrikaan yang rapi, halus, licin alias tidak lecek’.

Meski kadang kita gunakan untuk menilai penampilan seseorang, tapi tetep aja kaitannya dengan pakaian yang dipakai.

“Cah iku nek nganggo klambi mesti mlipit tenan”

***

Kenapa tiba-tiba saya bercerita soal mlipit?

Huuuffffhhh…si abang sudah mulai memprotes hasil setrikaan saya, selaluuuu saja baju abang disetrika ulang sama dia sampe bener-bener mlipit!!!

Atau, saya kudu sedia waktu ekstra kalau harus nungguin si abang setrika bajunya sendiri, lamanyaaa…kalau belum bener2 mlipit, bakalan belum berhenti…

Ssssttt….kayak siapa tuh? ;)

Ditulis pada Abang Rafif | 10 Komentar