Air apa ya?

Pernah lihat nggak buah yang dicipratin pakai air?

Kalau saya lumayan sering tuh liat buah yang dicipratin air di swalayan, di pasar, juga di toko buah pinggir jalan.

Saya tidak pernah berpikir sebelumnya tentang air apa yang digunakan untuk menciprati buah-buah itu, hingga suatu sore, saya melihat pemandangan aneh…seorang bapak penjual rambutan sedang sibuk menciprati rambutan yang ada di gerobaknya dengan air, padahal itu habis hujan lebat dan rambutannya kan masih basah oleh air hujan.

jadi mikir deh,air apaan ya yang dipake buat nyipratin rambutan itu?

| 2 Komentar

Merajuk dan sayap kupu

“Mama, aku mau pindah rumah, aku sebel rumah kita jauh…aku mau yang deket aja kayak Winner sama Nadira” Syafa terus merajuk dalam perjalanan pulang.

Kali ini benar-benar tidak memberi kesempatan mamah untuk berkomentar atau menjawab rajukannya itu.

“Pokoknya aku mau rumah deket…huuuu, mama nakal…ayah nakal…aku mau rumah dekat”

“Adek sedih banget ya karena rumahnya jauh?”

“Iya…aku sedih…kesel jadinya, mau rumah dekaaaatttt, harusnya di situ tuh deket sekolahku” (sambil menunjuk ke daerah Kramat)

“Begitu ya dek….kita banyak berdoa ya supaya diberi rizki untuk beli rumah dekat sekolah”

“Iya mah….mau yang deket ya…aku sudah nggak sabar niiihh jadinya….”

” Ya, kita terus berdoa ya….adek sudah nggak sabar punya rumah dekat?”

“Bukaaaaannn!!!”

“lo apaan dong?”

“Aku sudah nggak sabar sampe rumah, kalo rumah dekat pasti udah sampe, soalnya aku mau main kostum kupu-kupu”

*****

Hihihi, lucunya si adek, merajuknya itu loooo ga nahan banget, sampe minta pindah rumah segala, rupanya cuman karena pengen segera mainan kostum sayap kupu-kupu pemberian Nadira. (Terimakasih ya Nadira).

Posted in Syafa | 1 Komentar

Salah Hari

Semalem, abang dan kakak tertawa cekikikan di kamar.

Bikin penasaran aja….pas dideketin, kulihat abang sedang menulis sesuatu di kertas, sambil terus cekikikan.

‘Kenapa sih kok pada ketawa geli?’

‘Hehehe, iya nih mah, lucu soalnya….abang lagi nulis konsekuensi gara-gara hari ini nggak bawa buku’

‘…hehehe, iya mah, qiqiqi…aku salah bawa buku hari Senin, jadi semua pelajaran hari itu aku gada bukunya deh, dapet konsekuensi nulis deh mah’

****

Hadew…ternyata banyak yang salah hari gara-gara libur Imlek kemaren…

Di kantor ada juga beberapa teman yang memakai kostum hari Senin, bagaimana dengan anda?

Posted in Abang Rafif | 4 Komentar

Bermain Gelembung Sabun

Akhir-akhir ini Jakarta seringkali diguyur hujan. Ini menyebabkan anak-anak kehilangan kesempatan bermain di luar rumah. Sebenernya, mereka senang main hujan, cuman yaaa apa iya setiap hujan terus kudu hujan-hujanan? ***bisa galau emaknya kalo ujan-ujanan mulu***

Dulu dah pernah nyimpen tulisan soal permainan di kala hujan, tapi ternyata tulisan itu dah tahun 2008…pastinya dah perlu ada kegiatan baru yang bikin anak-anak nggak bosan.

Untunglah ada internet….ayah-pun browsing sana sini nyari ide. Dan pilihan jatuh ke gelembung sabun. Anak-anak diajak melihat berbagai video di web www.bubblemania.com, mereka tambah semangat untuk melakukan kegiatan ini. Browsing cara membuat larutannya, ternyata beberapa menyebutkan kalau mau bagus, dicampur pakai pakai gliserin. Tapi ada beberapa resep sederhana yang menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur.

Ayah membuat beberapa peralatan  yang mau dipake, tugas si mamah uji coba membuat takaran larutannya, soalnya resepnya beragam banget, si Kakak yang mencatat takaran-takaran dan mengamati hasil gelembung sabun yang terbentuk, si Abang yang tugas meniup…adek Syafa, ikutan niup *anak bawang tapinya* hehehe…

***Sementara ini, larutan yang paling oke takarannya sbb (soalnya kami masih akan terus uji coba) :

  • 75 ml air + 1 sdk makan gula pasir, diaduk
  • tambahkan 25 ml sabun cuci piring

Anak-anak betah main ini dari pagi sampai sore…. dan si abang seneng banget pas berhasil bikin bubble in the bubble :) …ini lumayan susah kalau menurut saya, soalnya saya juga blm pernah berhasil.

Kegiatan ini dilaksanakan hari Minggu, 8 Januari 2012 yang lalu, tapi masih menyisakan rasa penasaran, hingga dicoba kembali hari minggu kemaren meski cuman sebentar.

Semakin sering melihat videonya, semakin ga sabar, penasaran banget gimana sih takaran yang bisa menghasilkan gelembung yang super keren…*ini sih mamah sama ayah yang penasaran*

Posted in Abang Rafif, Anak-anak, ayah, Kakak Rahma, Mama, Permainan, Syafa, tips | 8 Komentar

Belajar Mengatur Uang @ Ragunan

Sabtu, 17 Desember 2011 yang lalu, kami sekeluarga berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan.

Hari itu, kami mencoba untuk membuat aturan soal uang. Masing-masing anak dibekali uang Rp. 30.000 yang bisa digunakan terserah mereka. Boleh buat mainan, makanan, souvenir dll. Di  ransel masing-masing sudah tersedia roti tawar, roti dan air minum yang dibawa dari rumah.

Awalnya mikir-mikir, mau ngasih limit berapa ke tiap anak, namanya juga  baru pernah. Jadi kami kasih Rp. 30.000 saja, sedikit khawatir sih, takut kurang….(tega bener saya yaaaakkk)

Yang terjadi justru di luar perkiraan. Ternyata, mereka bener-bener membelanjakannya dengan penuh pertimbangan.

Mau beli minum saja mikir-mikir dan ribut nanya harganya berapa…lalu memilih minuman sehat yang paling murah. Dan bekal makanan  juga dimakan dengan sukacita. Beda banget sama kalau mereka ga dibekalin uang. Apa-apa maen minta aja tanpa melihat harga, bahkan makanan yang sudah disiapkan dari rumah, kadang disentuh aja enggak.

Syafa

Sekitar 15 menit kami berjalan, Syafa sudah tak tahan ingin sekali beli ‘topi cantik’ seharga Rp. 15.000. Keukeuh banget mau beli, padahal kakak dan abang sudah memperingatkan perihal sisa uangnya….tapi Syafa cuek.  9000 rupiah untuk main di arena bermain anak. Sisanya 6000 buat beli pop-mie.

Rafif

Di dekat pintu masuk, ada penyewaan sepeda, jadi selama jalan-jalan, si abang sangat hati-hati membelanjakan uangnya, soalnya mau dipake buat sewa sepeda. Pada akhirnya, justru uang Rafif-lah yang sisanya paling banyak. Rupanya si abang tukang makan hari itu ga tertarik beli makanan soalnya pengen sepeda-an. ‘Aku kenyang makan roti tawar bekal’

Rahma

Pas jalan-jalan kakinya lecet kena sepatu. Rahma memutuskan untuk beli sendal jepit, harganya Rp. 25.000, jadi sisa uangnya tinggal 5000. (Hiks, sebenernya saya sudah nggak tega bener, mulut ini pengen sekali bilang ‘pake uang mama’, tapi melihat Rahma mencoba konsisten, saya jadi malu). Uang sisanya buat beli pop mie 5000, kekurangannya ditraktir oleh Rafif. Terharu sekali melihat proses nego antara mereka berdua…Subhanallah, sudah semakin besar anak-anakku…

***

Hari itu,  kami sama-sama belajar banyak hal.  Anak-anak belajar mengatur sendiri uang yang mereka punya, di sisi lain…saya tak perlu khawatir bakalan ada pengeluaran yang super ekstra. Kalaupun ada yang diluar budget, pasti itu untuk sesuatu yang kami anggap benar-benar penting, hari itu kami mentraktir anak-anak air mineral dan teh manis :)   yang lebih menakjubkan lagi,  kami juga jadi mikir-mikir kalau mau jajan soalnya kudu kasih contoh juga ke anak-anak. Pulangnya kami mampir untuk makan siang bersama di Ayam Lepas, di Dekat Kolam Renang Bojana Tirta, Rawamangun.

Posted in Abang Rafif, Anak-anak, belajar dari anak-anak, Kakak Rahma, Mama, Syafa | 21 Komentar